Hosh! Ketua MA Hatta Ali yang Hobi Bela Diri Karate
- detikNews
Hatta Ali
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali muncul dihadapan 24 karateka dengan mengenakan seragam beladiri warna putih. Hatta yang hobi bela diri asal Jepang ini mendapatkan sabuk hitam Dan 6, hosh!!
"Hosh! Saya ucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya yang telah 36 tahun tidak mengenakan pakaian karate. Cukup lama sehingga memasang sabuknya pun saya takut berbeda," kata Hatta di aula lantai 2 gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).
Hatta mendapatkan sabuk hitam ini dari Pengurus Besar Institute Karate Do Nasional (Inkanas). Usai mengganti sabuknya dengan sabuk hitam baru, Hatta mengaku niatnya berlatih karate pada saat SMP dengan niat tidak baik.
"Terus terang awal masuk karate waktu itu saya dengan itikad yang tidak baik, karena saat itu masa remaja saya termasuk bengal, suka berantem, dimana-mana, dari SMP, SMA, sampai universitas masih suka berantem," kata Hatta setelah menanggalkan Dan 2 usangnya.
Kisahnya berlanjut, Hatta mengaku berlatih karate untuk mengalahkan orang yang berbadan lebih besar darinya, dan mampu bertahan ketika dikeroyok orang. Namun sepanjang mengikuti latihan, Hatta menyadari niatnya itu berubah.
- detikNews
Hatta Ali
Jakarta - Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali muncul dihadapan 24 karateka dengan mengenakan seragam beladiri warna putih. Hatta yang hobi bela diri asal Jepang ini mendapatkan sabuk hitam Dan 6, hosh!!
"Hosh! Saya ucapkan terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya yang telah 36 tahun tidak mengenakan pakaian karate. Cukup lama sehingga memasang sabuknya pun saya takut berbeda," kata Hatta di aula lantai 2 gedung MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (14/2/2014).
Hatta mendapatkan sabuk hitam ini dari Pengurus Besar Institute Karate Do Nasional (Inkanas). Usai mengganti sabuknya dengan sabuk hitam baru, Hatta mengaku niatnya berlatih karate pada saat SMP dengan niat tidak baik.
"Terus terang awal masuk karate waktu itu saya dengan itikad yang tidak baik, karena saat itu masa remaja saya termasuk bengal, suka berantem, dimana-mana, dari SMP, SMA, sampai universitas masih suka berantem," kata Hatta setelah menanggalkan Dan 2 usangnya.
Kisahnya berlanjut, Hatta mengaku berlatih karate untuk mengalahkan orang yang berbadan lebih besar darinya, dan mampu bertahan ketika dikeroyok orang. Namun sepanjang mengikuti latihan, Hatta menyadari niatnya itu berubah.
"Saat sabuk hitam, saya menjadi penakut, ditantang orang dijalan saya menghindar. Inilah karate, bukan membuat kita semakin sombong tapi justru menurunkan keberanian kita di dalam hal negatif," papar pria yang pertama kali mendapatkan sabuk hitam pada tahun 1976 ini.
Beragam kejuaraan antar provinsi dan antar universitas dilakoni mantan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) ini. Ia pun dengan bangga menyatakan karateka sabuk hitam saat itu hanya dirinya di Unair.
"Saya termasuk rajin berlatih, 300 mahasiswa Unair saat itu saya satu-satunya yang mencapai sabuk hitam," ujar Hatta.
Akhirnya Hatta lulus kuliah pada tahun 1978, lalu memilih mengadu nasib ke Jakarta. Saat itulah Hatta mulai menanggalkan sabuk hitamnya, hingga puluhan karateka tampil dihadapannya hari ini, dan menyematkan sabuk hitam baru, Dan 6 dipinggang Hatta.
"Sumpah karate yang kita dengungkan mudah-mudahan bisa kita pegang teguh dan bisa dilaksanakan," tutup Hatta.
sumber : http://news.detik.com/read/2014/02/1...karate?9922022
ini penampakan nya gan :

olahraga selain menyehatkan badan juga akan membentuk jiwa sportif, harusnya para pejabat negara meniru pak ketua MA ini, punya hoby yang positif dan rutin berolahraga supaya jiwa nya sportif dan sehat, gak mikir yang enggak2 ky cabecabean mulu atau fulus mulu

monggo di senggol gan


