TEMPO.CO, Surabaya - Beragam pujian disampaikan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini setelah terpilih sebagai wali kota terbaik dunia ketiga versi World Mayor. Pujian dunia internasional terhadap Risma itu berbanding terbalik dengan sikap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Surabaya.
Selama ini, kebijakan-kebijakan yang diambil Risma tak lepas dari kritik anggota Dewan, misalnya soal rencana pengoperasian trem sebagai sarana transportasi massal. Kritik paling kencang ialah saat Risma menutup beberapa lokalisasi prostitusi, dari Klakah Rejo, Sememi, Tambak Asri, hingga Gang Dolly. (Baca berita terkait: Tak Puas di Lokalisasi Dolly, DPRD Serang Risma)
Dalam situs resmi The World Mayor, www.worldmayor.com, pujian kepada Risma tak hanya datang dari warga Surabaya. Ahmad M. dari Surabaya menulis, Risma merupakan figur terbaik bagi pemimpin Indonesia yang pernah dilihatnya. "Memimpin dengan hati dan dedikasi," ujarnya.
Risma, menurut Ahmad, mengabdi dengan ketulusan untuk membuat Surabaya menjadi lebih baik. "Tidak hanya memerintah dari belakang meja, tapi juga langsung melihat masyarakat dan menyelesaikan masalah mereka," tuturnya. (Baca: Dewan Surabaya Sewot Tak Diajak Bicara Soal Dolly)
Ghinadhia dari Balikpapan juga menulis, Risma layak memenangkan penghargaan World Mayor 2014 karena berani menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara di Surabaya, Gang Dolly. Surabaya telah berubah menjadi kota terbersih se-Indonesia dengan banyaknya taman. "Dia telah melakukan banyak hal untuk Surabaya dan warganya, meski tanpa media, dan cintanya untuk Surabaya membuat warga Surabaya juga mencintainya," katanya.
Tribuana dari Surabaya juga turut memberikan dukungan untuk Risma. Menurut dia, Risma mampu mengatasi banjir, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta mengubah taman menjadi lebih indah. (Baca: Risma Jadi Wali Kota Terbaik Ketiga di Dunia)
Selama ini, kebijakan-kebijakan yang diambil Risma tak lepas dari kritik anggota Dewan, misalnya soal rencana pengoperasian trem sebagai sarana transportasi massal. Kritik paling kencang ialah saat Risma menutup beberapa lokalisasi prostitusi, dari Klakah Rejo, Sememi, Tambak Asri, hingga Gang Dolly. (Baca berita terkait: Tak Puas di Lokalisasi Dolly, DPRD Serang Risma)
Dalam situs resmi The World Mayor, www.worldmayor.com, pujian kepada Risma tak hanya datang dari warga Surabaya. Ahmad M. dari Surabaya menulis, Risma merupakan figur terbaik bagi pemimpin Indonesia yang pernah dilihatnya. "Memimpin dengan hati dan dedikasi," ujarnya.
Risma, menurut Ahmad, mengabdi dengan ketulusan untuk membuat Surabaya menjadi lebih baik. "Tidak hanya memerintah dari belakang meja, tapi juga langsung melihat masyarakat dan menyelesaikan masalah mereka," tuturnya. (Baca: Dewan Surabaya Sewot Tak Diajak Bicara Soal Dolly)
Ghinadhia dari Balikpapan juga menulis, Risma layak memenangkan penghargaan World Mayor 2014 karena berani menutup prostitusi terbesar se-Asia Tenggara di Surabaya, Gang Dolly. Surabaya telah berubah menjadi kota terbersih se-Indonesia dengan banyaknya taman. "Dia telah melakukan banyak hal untuk Surabaya dan warganya, meski tanpa media, dan cintanya untuk Surabaya membuat warga Surabaya juga mencintainya," katanya.
Tribuana dari Surabaya juga turut memberikan dukungan untuk Risma. Menurut dia, Risma mampu mengatasi banjir, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, serta mengubah taman menjadi lebih indah. (Baca: Risma Jadi Wali Kota Terbaik Ketiga di Dunia)
Kepala Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Surabaya Ifron Hady Susanto menyambut baik prestasi yang diraih Risma. Menurut dia, kabar baik ini akan semakin meningkatkan reputasi Kota Surabaya di kancah global.
Apalagi reputasi menjadi hal yang teramat penting bagi suatu kota dalam era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang mulai berlaku Desember 2015. "Momen ini bisa juga memacu rasa percaya diri warga Surabaya bahwa kita sejatinya juga bisa bersaing dengan kota-kota lain di dunia," ujar Ifron, Selasa, 3 Februari 2015.
Namun Risma justru mengetahui darinya mendapat penghargaan tingkat dunia itu dari orang lain. Risma mengaku tidak tahu kapan penilaian itu dilakukan. "Iya, tadi ada kawan yang menelepon saya. Aku enggak tahu, enggak daftar," tutur Risma saat dihubungi Tempo. (Baca juga: Jadi Wali Kota Terbaik, Risma: Tugas Saya Mengabdi)
AGITA SUKMA LISTYANTI
Sumber
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...u-Dipuji-Dunia
Top 10 World Mayor Rank 2014
1. Naheed Nenshi. Calgary, Kanada
2. Daniyol Termont. Ghent, Belgia
3. Tri Rismaharini, Surabaya, Indonesia
4. Carlos Ocariz, Sucre, Venezuela
5. Jed Patrick Mabilog, Iloilo City, Filipina
6. Albrecht Schroeter, Jena, Jerman
7. Annise Parker, Houston, USA
8. Yiannis Boutaris, Thessaloniki, Yunani
9. Giusy Nicolini, Lampedusa, Italy
10. Aziz Kocaoglu, Izmir, Turki
http://www.worldmayor.com/contest_20...4-winners.html
Reminder
Top 10 World Mayor Rank 2012
1. Inyaki Azkuna, Bilbao, Spanyol
2. Lisa Scaffidi, Perth, Australia
3. Joko Widodo, Surakarta, Indonesia
http://www.worldmayor.com/contest_20...2-results.html
Baguslah prestasinya udah menyaingi pakde dimata dunia bu....
Dikutip dari: http://adf.ly/y9zVt


