Relawan Jokowi Klaim Jadi Salah Satu Faktor Penentuan Capres Jokowi
kabar24..com, JAKARTA�Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) mengklaim pihaknya menjadi salah satu faktor keberhasilan Jokowi diusung PDIP sebagai Capres dalam Pilpres 2014 mendatang.
Alasannya, menurut Ketua Bara JP Sihol Manullang sebelum Jokowi diresmikan jadi Capres pada pertengahan Maret lalu, gerakan relawan pengusungan Gubernur DKI Jakarta itu kerap dilakukan melalui petisi, aksi turun ke jalan dan pemasangan spanduk publik.
"Relawan Bara JP di Indonesia mencapai 700.000 dan yang menandatangani petisi dukungan Jokowi Presiden sekitar 4,5 juta orang," katanya di sela-sela jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Dia menuturkan gerakan dukungan kepada mantan Wali Kota Solo itu merupakan sebuah sikap kecintaan dari rakyat untuk Jokowi. Dia mengaku tidak ada sesuatu yang berkaitan baik dengan Jokowi maupun PDI P.
Sihol juga mengaku Bara JP tidak pernah melakukan kontrak politik atas dukungan tersebut. Semua yang dilakukan, katanya murni atas kepercayaan relawan kepada sosok Jokowi yang bisa membawa semangat perubahan bagi bangsa.
"Kami adalah lidah penyambung rakyat. Kami tidak ada kepentingan apa-apa sama sekali dengan Jokowi. Kenal pun tidak, meski beliau pernah berkunjung ke markas kami," ungkapnya.
Bara JP dibentuk di Bandung pada November lalu. Pihaknya akan terus konsisten mendorong Jokowi melangkah jadi RI 1 di Pilpres 2014. Dorongan tersebut, katanya sangat diyakini untuk memenangkan Jokowi jadi penghuni Cikeas berikutnya.
"Kami berjanji, jika Jokowi sudah menang menjadi Presiden, Bara JP akan bubar karena tujuan kami sudah tercapai. Itu saja," paparnya. (Kabar24com)
http://www.kabar24..com/nasional/rea...-capres-jokowi
----------
Rekanan KPU Sihol Manulang Divonis 4 Tahun Penjara
kabar24..com, JAKARTA�
Alasannya, menurut Ketua Bara JP Sihol Manullang
"Relawan Bara JP di Indonesia mencapai 700.000 dan yang menandatangani petisi dukungan Jokowi Presiden sekitar 4,5 juta orang," katanya di sela-sela jumpa pers di Galeri Cafe Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis (17/4/2014).
Dia menuturkan gerakan dukungan kepada mantan Wali Kota Solo itu merupakan sebuah sikap kecintaan dari rakyat untuk Jokowi. Dia mengaku tidak ada sesuatu yang berkaitan baik dengan Jokowi maupun PDI P.
Sihol juga mengaku Bara JP tidak pernah melakukan kontrak politik atas dukungan tersebut. Semua yang dilakukan, katanya murni atas kepercayaan relawan kepada sosok Jokowi yang bisa membawa semangat perubahan bagi bangsa.
"Kami adalah lidah penyambung rakyat. Kami tidak ada kepentingan apa-apa sama sekali dengan Jokowi. Kenal pun tidak, meski beliau pernah berkunjung ke markas kami," ungkapnya.
Bara JP dibentuk di Bandung pada November lalu. Pihaknya akan terus konsisten mendorong Jokowi melangkah jadi RI 1 di Pilpres 2014. Dorongan tersebut, katanya sangat diyakini untuk memenangkan Jokowi jadi penghuni Cikeas berikutnya.
"Kami berjanji, jika Jokowi sudah menang menjadi Presiden, Bara JP akan bubar karena tujuan kami sudah tercapai. Itu saja," paparnya. (Kabar24com)
http://www.kabar24..com/nasional/rea...-capres-jokowi
----------
Jakarta - Rekanan KPU, Dirut PT Surfindo Indah Prestasi (SIP)
Dalam persidangan tuntutan, jaksa penuntut umum (JPU) Khaidir Ramli, Endro Wasistomo dan Agus Salim mengenakan kewajiban membayar uang pengganti Rp 15.749.715.590, yang jika tak dibayarkan diganti pidana penjara 2 tahun. Perhitungan kerugian itu dibuat JPU berdasarkan jumlah kotak suara yang tak diselesaikan PT SIP. Perusahaan yang dipimpin Sihol terbukti tidak memiliki pengalaman, sumber daya dan keahlian dalam mengadakan sebanyak 2.194.155 kotak suara Pemilu. Maka pekerjaan itu disubkontrakkan PT SIP ke bengkel-bengkel sehingga hanya mampu menyelesaikan pengadaan kotak suara sebanyak 440.526. Dakwaan primair untuk mantan wartawan ini adalah pasal 2 UU 31/1999 sebagaimana diubah UU 20/2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.
Sebelumnya, Ketua Panitia pengadaan kotak suara Mulyana W Kusumah dan Sekretaris Panitia pengadaan kotak suara RM Purba telah divonis 15 bulan penjara dalam kasus ini. Juga tanpa kewajiban membayar uang pengganti. Sihol Tuding Tebang Pilih Sihol jelas tidak mau menerima vonis itu. Tudingan tebang pilih pun meluncur dari mulutnya. "Persidangan ini tebang pilih. Perusahaan saya yang hanya mengerjakan 19 persen dari nilai proyek dipidana. Sementara yang 81 persen sisanya tidak pernah disidik," kata Sihol usai sidang. PT SIP hanya mengerjakan 19 persen dari proyek kotak suara. Sisa 81 persen digarap PT Tjakrindo dan CV Almas. "Dan mereka juga mendapatkan proyek melalui penunjukan langsung, sama seperti SIP," imbuh pengacara Sihol, Happy Sihombing.
-----------------
klo beneran ikhlas kok belom apa2 udah main klaim aja mas

bang napi kok dipercaya ... dulu aja korupsi skrg mengaku relawan tanpa pamrih



