
Dia menyebut, erupsi kecil Gunung Merapi itu disertai adanya lava pijar hingga 1 kilometer. Ketinggian letusan diperkirakan 1 kilometer.
Pemicu dari pelepasan gas itu adanya beberapa kali gempa tektonik yang terjadi beberapa waktu lalu di barat daya Gunung Kidul. Alat-alat seismik merekam adanya gempa itu.
Menurut dia, adanya gempa tektonik seolah mengocok perut Merapi. Sehingga mempercepat pelepasan gas yang ada di dalam perut gunung itu. "Meski begitu, status gunung Merapi tetap normal aktif," kata dia.
Letusan Merapi kali ini sama seperti letusan sebelumnya, yaitu pada 10 Maret 2014 pukul 06.54 - 07.30 WIB. Letusan kecil itu disertai embusan asap berwarna cokelat tebal dengan tekanan kuat. Kolom asap tegak ke atas setinggi 1.500 meter. Sedangkan hujan abu terjadi di selatan- tenggara. Yaitu wilayah Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Sidorejo dan Desa Balerante (Klatenan).
Hal yang sama terjadi pada 17 Maret 2014 pukul 13.12 - 13.16 WIB, yaitu berupa eembusan. Namun puncak Merapi tertutup kabut. Suara gemuruh terdengar hingga di Desa Pakem, Argomulyo, Glagaharjo. Hujan abu terjadi di Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Argomulyo, Kendalsari, Ngemplakseneng, Deles, Sidorejo,Tegalmulyo, Tlogowatu, Bumiharjo dan Balerante.
SUMBER


