
Jakarta - Terpidana penyelundupan mariyuana 4,1 kilogram, Schapelle Leigh Corby, kerap bertingkah seolah-olah gila untuk mendapatkan simpati dari Presiden Indonesia. Saat itu keluarga Corby berupaya mendapatkan keringanan hukuman dari pemerintah Indonesia.
"Dia seperti orang gila saat orang-orang penting muncul, seperti dokter atau petinggi-petinggi lembaga pemasyarakatan. Tapi sebenarnya dia tidak gila," kata Renae Lawrence dalam acara Eyewitness News tadi malam seperti dilansir News.com.au, Selasa, 8 April 2014.
Lawrence adalah teman dekat Corby saat mereka sama-sama dibui di Lembaga Pemasyarakatan Krobokan, Bali. Lawrence dihukum delapan tahun karena terbukti bersalah menyelundupkan narkoba. "Kami bukan bermusuhan seperti yang media katakan," ujarnya.
Sebelumnya, Lawrence menjelaskan tentang pengakuan Corby tentang mariyuana yang diselundupkannya ke Indonesia yang membuatnya dijatuhi hukuman penjara 20 tahun dan saat ini menjalani masa pembebasan bersyarat.
Menurut Lawrence, Corby mengaku mengetahui tas yang dibawanya berisi mariyuana dan dibawa masuk ke Indonesia. Ia akan dijemput oleh seseorang di bandara. Namun, orang itu tidak datang menjemputnya tanpa alasan yang jelas alasan. Bahkan, Corby, menurut Lawrence, mengaku telah lebih dari tiga kali menyelundupkan narkoba ke Indonesia. Aksi dia sebelumnya itu tidak ketahuan.
Penjelasan Lawrence dibantah oleh keluarga Corby melalui pernyataan tertulis. Keluarga Corby mengatakan Corby membantah pernah mengungkapkan seperti apa yang dijelaskan Lawrence atau yang lainnya. Ten Network diduga membayar Lawrence untuk wawancara.
Keluarga Corby juga meminta agar kredibilitas Lawrence sungguh-sungguh dipertanyakan karena diduga wawancara ini dipakai hanya untuk meningkatkan rating dan untuk mendapatkan uang.
SUMBER.............


