TEMPO.CO, Solo - Menteri Perindustrian Saleh Husin berharap nantinya PT Esemka Solo bisa bekerja sama dengan PT Proton Malaysia dalam pengembangan produksi mobil. Saleh Husin mengatakan hal itu di sela-sela penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Perindustrian Dengan Pemerintah Kota Surakarta tentang pendirian dan pengembangan akademi komunitas industri tekstil dan produk tekstil berbasis kompetensi di Kota Surakarta, Jumat, 13 Februari 2015.
Kerja sama Proton dengan PT Citra Adiperkasa Lestari telah menimbulkan isu bahwa mereka akan membuat mobil nasional atau mobnas. Banyak pihak yang kemudian mempertanyakan nasib mobil Esemka yang dulu dipromosikan Joko Widodo, yang saat itu menjabat Wali Kota Solo.
Menteri Saleh mengatakan, pengembangan industri otomotif harus pula memikirkan aspek pengembangan pascapenjualan. Ini seperti yang terjadi PT Adiperkasa Citra Lestari dan Proton yang menjalin kerja sama di bidang otomotof.
Kerja sama Proton dengan PT Citra Adiperkasa Lestari telah menimbulkan isu bahwa mereka akan membuat mobil nasional atau mobnas. Banyak pihak yang kemudian mempertanyakan nasib mobil Esemka yang dulu dipromosikan Joko Widodo, yang saat itu menjabat Wali Kota Solo.
Menteri Saleh mengatakan, pengembangan industri otomotif harus pula memikirkan aspek pengembangan pascapenjualan. Ini seperti yang terjadi PT Adiperkasa Citra Lestari dan Proton yang menjalin kerja sama di bidang otomotof.
Menteri menjelaskan, produk otomotif dengan merek Esemka harus mendapatkan dukungan dari segi sumber daya manusia maupun keuangan. "Soal Esemka, tentu kita dukung untuk terus mencari inovasi baru. Dan perlu diketahui, untuk mendirikan industri otomotif kita juga harus berpikir jangka panjang. Tidak hanya bagaimana kita memproduksi tapi juga penjualannya," katanya.
Dengan kata lain, kata dia, setelah melakukan produksi, para produsen juga harus memikirkan pemesanan. Jika nantinya diproduksi massal pun mereka juga harus siap untuk disandingkan dengan produk otomotif yang saat ini sudah memiliki pasaran tertentu.
Dengan demikian, kata Saleh, merek dalam negeri nantinya bisa disandingkan dengan merek yang saat ini sudah terkenal dan memiliki pasaran sendiri. Agar mampu bersaing dengan produk otomotif lainnya, sisi modal juga harus diperhitungkan.
IWANK | ANTARA
http://www.tempo.co/read/news/2015/0...-dengan-Proton
seperti nya makin kesana makin menarik nih drama ny...
sebelumnya menyangkal klo kerjasama antara proton dan acl adalah B to B, tapi makin terlihat pemerintah mendukung terkait proton ini untuk mobnas... ada udang di balik bakwan kah...?
Dikutip dari: http://adf.ly/12GS9J


