Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Angkat Besi Fokus Cari Poin di Houston

Friday, February 20, 2015
Cabang olah raga angkat besi menghadapi agenda yang tidak terlalu padat tahun ini sehingga mereka memilih fokus untuk persiapan kualifikasi Olimpiade 2016 pada November tahun ini di Houston karena minimnya jatah uji coba.

"Tahun ini, cabang angkat besi memang tidak turun di SEA Games Singapura 2015. Karena itu, kami langsung fokuskan persiapan untuk Olimpiade Rio de Janeiro, Brasil, 2016. Dari Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas) memberi jatah untuk mengikuti atau menyelenggarakan satu turnamen internasional sehingga kami memilih turun di kualifikasi Olimpiade," kata Sekjen Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PB PABBSI), Sony Kasiran, saat ditemui di Senayan, Jakarta, Selasa (17/2).

Kualifikasi Olimpiade kedua angkat besi rencananya digelar di Houston, Amerika Serikat. Sebelumnya, angkat besi telah mengikuti kualifikasi Olimpiade di Kejuaraan Dunia Almaty, Kazakstan.

Tim Angkat Besi Indonesia berhasil merebut empat medali di Kejuaraan Dunia pada 4-16 November 2014. Tim Angkat Besi Indonesia terdiri dari 11 lifter, 6 putra (Eko Yuli Irawan, M. Hasbi, I Ketut Ariana, Imam Jamaludin, Surachmat, dan Triyatno), serta 5 putri (Sri Wahyuni, Syahrah Anggraini, Renny Darlina, Deni, dan Rizki Anjani Yasin).

Dua medali perak disumbangkan Eko Yuli Irawan di Kelas 62 kg putra. Sedangkan medali perunggu dipersembahkan oleh Muhammad Hasbi (62 kg putra), dan Sri Wahyuni Agustiani (48 kg putri).

Hasil akhir kejuaraan untuk putra berada di urutan ke-9 dengan poin 105, dan mendapat kuota 5 atletik, sementara untuk putri berada di urutan ke-25 dengan poin 39, dan mendapat kuota 2 atletik. Dengan demikian sementara Indonesia mendapat kuota 7 atletik di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Rinciannya 5 orang lifter putra dan 2 lifter putri.

"Tapi itu belum mutlak. Kami masih terus mengusahakan penambahan bagi lifter yang akan lolos. Terpenting sebenarnya kami butuh banyak lifter pelapis untuk regenerasi. Kita sebenarnya tidak kekuarangan atlet pelapis, namun untuk percepatan kualitas perlu banyak pelapis. Sayangnya dari Satlak Prima langsung mengcut banyak lifter muda ," ucap Sony.

Sony menuturkan meskipun Indonesia selalu sukses mendulang medali di berbagai ajang, sudah banyak tertinggal dengan lifter negara lain. "Lihat saja lifter lapisan ketiga Tiongkok, total angkatannya sudah melebihi total angkatan Triyatno di Olimpiade London 2012. Jadi, jangan merasa angkat besi yang terhebat sebab yang diperlukan adalah kontinuitas latihan." del/S-1

Sumber  

Kalau pemerintah mikirnya bener mereka seharusnya memberi prioritas lebih pada cabor satu ini, jangan hanya menganak emaskan cabor pecundang

Kalau dipikir Satlat Prima ngawur juga, lifter-lifter pelapis kok banyak yang dicut, padahal atlet masa depan kan dari mereka-mereka ini......

Dikutip dari: http://adf.ly/13CDml
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive