Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Presiden Putin resmi “haramkan” dollar Amerika di Rusia

Wednesday, April 2, 2014
JURNAL3.COM | MOSKOW � Rencana aksi balasan Rusia atas sanksi yang dikenakan pemerintah Amerika Serikat (AS), akhirnya dijawab.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, secara resmi telah mengharamkan penggunaan mata uang Dollar AS untuk menjual dan membeli produk dan komoditas termasuk minyak. Semuanya transaksi akan dilakukan dengan menggunakan mata uang Rusia, Rubel.

Dilansir Russia Today, Rabu (02/04/2014), pengumuman Putin itu langsung membuat para spekulan di Wall Street syok karena kehilangan salah satu �tambang emas� dari Rusia.

Analis keuangan global, Umberto Pascali, dilansir Euro Globe, mengatakan bahwa Putin telah mempersiapkan langkah ini, dimana penciptaan sistem pembayaran dalam Rubel benar-benar independen dan dilindungi dari dolar dan �para spekulan pembunuh� dari lembaga keuangan besar Barat.

Para politisi Washington diberitahu kekuatan keuangan besar di sana untuk mundur karena para vampir Wall Street memahami bahwa menempatkan bank-bank Rusia di luar jangkauan gigi mereka bukanlah ide yang bagus.

�Bagi Wall Street dan jasa keuangan negara seperti Rusia harus selalu memiliki pintu keuangan yang terbuka di mana ekonomi riil mereka dapat dijarah secara berkala. Jadi, Washington di mata Wall Street sudah melakukan kesalahan,� ujar Pascali.

Dan misteri Rusia tenang-tenang saja menghadapi sanksi, karena inilah momentum yang Putin. Setidaknya, sejak 2007, ia mencoba memulai sistem rubel independen, yaitu sistem keuangan yang akan didasarkan pada ekonomi riil dan sumberdaya Rusia serta dijamin cadangan emasnya.

Sementara itu, Wall Street merespons negatif pengumuman Putin dan menyebut langkah melarang penggunaan dollar AS sebagai sebuah deklarasi perang.

Bank Rossiya yang dikenai sanksi Barat akan akan menjadi bank Rusia pertama yang menggunakan secara eksklusif mata uang rubel.@rt/eg


Putin: Dengan Rubel, Rusia akan mandiri selamanya
JURNAL3.COM | MOSKOW � Sebuah simbol rubel emas raksasa akan didirikan di depan markas Bank Rossiya di Perevedensky Pereulok, Moskow. Ini sebagai lambang kestabilan rubel dan dukungan cadangan emas negara, pasca Presiden Vladimir Putin mengumumkan pelarangan penggunaan dollar AS di negeri Beruang Merah itu.

Para pejabat Kremlin sangat bersemangat menghukum Barat yang telah menjatuhkan sanksi.

�Rusia pada tahap perkembangan sekarang, tidak boleh tergantung pada mata uang asing. Sumber daya internalnya akan menjadikan ekonominya kebal terhadap para calo politik. Tidak ada mata uang asing, khususnya dollar AS,� tegas Putin, dalam pengumumannya, dilansir Ria Novosti, Rabu (02/03/2014).

Menyikapi pengumuman Presiden Rusia, Andrei Kostin presiden VTB, mengatakan pihaknya telah bergerak menuju penggunaan lebih luas mata uang rubel Rusia sebagai mata uang yang mapan untuk waktu lama.

�Rusia harus menjual produk dalam negeri mulai dari senjata hingga gas dan minyak ke luar negeri dengan rubel dan membeli barang-barang asing juga dengan rubel. Kelak, kita akan mendapatkan keuntungan dari rubel sebagai mata uang asing secara penuh,� tegas Kostin

Kebijakan Rusia ini menyusul keberhasilan beberapa negara yang telah lebih dulu menceraikan dollar AS atau Euro dan menggunakan mata uangnya sendiri sebagai cadangan devisa, seperti Cina, Jepang, dan Iran.@rt

salut sama rusia, kapan indonesia nyusul??
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive