
Jakarta, Rencananya bulan Mei 2014 mendatang, Bintan Alumina Indonesia akan memulai groundbreaking pembangunan pusat pengolahan mineral mentah (smelter). Dan diperkirakan smelter tersebut akan selesai pada tahun 2017.
Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan, saat ini Bintan Alumina tengah melakukan persiapan membangun smelter untuk mengolah bauksit menjadi alumina.
�Lokasinya di Bintan,� katanya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (10/4).
Harjanto menjelaskan, nantinya pembangunan tersebut akan dilakukan secara bertahap. �Tahun 2015 ada sebagian smelter yang sudah selesai, sehingga sudah bisa beroperasi,� tuturnya.
Di awal pengoperasian smelter tersebut, tambahnya, dipastikan dapat mengolah sebanyak 700.000 ton alumina.
Sementara itu, lanjutnya, pada tahun 2016 sudah bisa beroperasi sebanyak 1,4 juta. Lalu di 2017, ketika seluruh proyek rampung, kapasitas total akan mencapai 2,1 juta ton per tahun.
Sementara itu, dikesempatan yang sama, Direktur Bintan Alumina Indonesia, Santony mengatakan untuk pembangunan smelter, perseroan akan mengeluarkan dana investasi yang nilainya mencapai US$ 1 miliar.
Dalam investasi tersebut, pihaknya nanti akan patungan dengan Nanshan Group dari China. �Jika sudah produksi, penjualannya 70% untuk ekspor,� pungkasnya.









