
Air deras yang terjun bebas dengan beban yang cukup berat tak mampu ditahan kayu kaso plafon. Plafon ukuran 2 x 2 meter dari total ruangan 5 x 6 meter di lantai 2 itu pun ambruk.
Akibatnya, air bersama pecahan material kayu dan gypsum membanjiri spring bed dan karpet di ruangan itu. "Air pada masuk semua, lumayan banjir," ujar Deni, seorang pekerja yang tengah merapikan ruang Wali Kota Bekasi, Ahad, 20 April 2014.
Petugas yang mengetahui tragedi itu langsung melaporkan kepada atasannya. Pantauan Tempo di ruang Wali Kota Bekasi, tampak dua orang yang sibuk memperbaiki kerusakan.
Hingga sore ini, plafon masih terlihat menganga. Sedangkan genting yang bocor sudah diganti. "Hari ini langsung diperbaiki hingga selesai," kata Deni. "Mungkin tinggal mengecat saja besok," ujarnya.
Rahmat belum bisa dihubungi. Telepon selularnya aktif tapi dia tidak merespons. Sumber Tempo mengatakan sebenarnya genting di atas ruang istirahat Wali Kota Bekasi tersebut sudah lama bocor.
�Pak Rahmat juga sudah marah-marah. Tapi entah kenapa, enggak kunjung diperbaiki sampai jebolnya plafon kemarin,� ujar pegawai yang tidak mau disebutkan identitasnya itu.
Sumber


