Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Begini, Kronologi Pembajakan Virgin Blue di Bali

Friday, April 25, 2014
Begini, Kronologi Pembajakan Virgin Blue di Bali




Jakarta - Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai Virgin Blue dikabarkan mengalami pembajakan di area Bandara Ngurah Rai Denpasar Bali. Pesawat yang mengudara dari Brisbane Australia menuju Bali itu mengalami saat-saat menegangkan selama kurang lebih dua jam, dari udara hingga mendarat di Bali.

Menurut Direktur Keselamatan dan Standarisasi Penerbangan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI), Wisnu Darjono, pesawat dengan kode penerbangan VOTZ 41 itu mengirimkan sinyal pembajakan (kode hijack 7500) ke petugas menara lalu lintas udara (Air Traffic Controller/ ATC) pada pukul 14.05 WITA. Saat itu, pesawat berada di ketinggian 38 ribu kaki.

Sinyal tersebut tertangkap oleh petugas ATC Makassar, Sulawesi Selatan. Saat menerima sinyal tersebut, petugas ATC Bandara Makassar mengirimkan permintaan konfirmasi kepada pilot. "Setelah menerima konfirmasi lanjutan, ATC Makassar mengarahkan pesawat tersebut ke Ngurah Rai, karena memang tujuannya ke sana," kata Wisnu kepada Tempo, Jumat, 25 April 2014.

Selama berada di udara, kata Wisnu, awak pesawat minim berkomunikasi dengan ATC. Menurut dia pilot Virgin Blue hanya mengatakan arah dan ketinggian pesawatnya. "Tak ada percakapan atau kode lain, kaku sekali, sehingga kami tidak bisa mengetahui kondisi di dalam penerbangan tersebut," ujarnya.

Akhirnya, kata Wisnu, pesawat tersebut mendarat di apron Bandara Ngurah Rai pada pukul 14.45 WITA. Dengan demikian, pesawat tersebut mengudara dalam kondisi dibajak di kawasan udara Bali (terkonfirmasi) selama 40 menit. Untuk mendarat, pesawat tersebut hanya dipandu petugas ATC layaknya penerbangan normal. Tidak ada pengawalan atau panduan dari pesawat militer seperti lazimnya pembajakan udara.

Setelah mendarat, pesawat tersebut berada dalam kondisi vakum selama beberapa menit. Hingga akhirnya pada pukul 15.40 WITA, kondisi dinyatakan aman dan pesawat tersebut berhasil bebas dari pembajak. Mengenai hal ini, Wisnu mengaku tidak mengetahui prosesnya. Sebab, tidak ada percakapan sama sekali dengan ATC sebelum kemudian pilot memberi konfirmasi pembajakan telah usai. "Kami pun belum mengetahui, identitas si pembajak maupun motifnya," kata dia.

SUMBER..........

Dasar orang enggak punya kerjaan, mungkin dia pengen terkenal makanya dia nyari ulah pengen ngebajak pesawat segala!!!!
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive