SITUS BERITA TERBARU

Antara Penegak Hukum & Polisi Penegak "Burung"

Thursday, October 31, 2013


[imagetag]


Quote: POLISI itu penegak hukum, tapi oknumnya yang bernama Ipda Kajiman, 40, justru getol dalam urusan �penegakan burung�. Paling ironis, dia sampai digerebek oleh istri dan anaknya menjelang subuh, di rumah seorang bidan. Tapi dasar pinter berkelit, di depan massa penggerebeknya dia bilang: �Saya hanya menjemput dia untuk beli bakmie.�

Bukannya ngajari lho ya, orang berani selingkuh harus rajin dan pandai berbohong. Tapi meski berbohong, harus bisa diterima akal dan logika. Jika tidak, hanya akan digeguyu pitik (ditertawakan ayam). Misalnya saja, apa mungkin pukul 03.00 datang ke rumah gendakan hanya sekedar untuk mengajak beli bakmie? Lagi pula, masa untuk beli bakmie saja harus menunggu lengah suami sang gendakan?

Tak masuk akal, kan? Ewa segitu, alasan ini dibela mati-matian oleh Ipda Kajiman, oknum polisi dari Polsek Bantul, DI Yogyakarta. Dia meyakinkan bahkan hakul yakin bahwa malam itu hendak pergi dengan bidan Watinah, 33, dalam rangka membeli bakmie. Lalu katanya pula, �Kami beranjak dari rumah untuk cari bakmie, warga sudah mencegatnya.�

Benarkah demikian? Yang terjadi justru sebaliknya. Setelah pasangan mesum itu digerebek oleh warga, tak lama kemudian hadir di rumah Bu Bidan ini istri dan anak lelaki Ipda Kajiman. Setelah keduanya masuk, segera terdengar suara: krompyang�.! Rupanya, ada yang membanting piring. Bisa juga istri polisi ini marah, suaminya menjelang subuh kok grumutan ke rumah bini orang segala.

Ipda Kajiman selama ini bertugas di Polsek Bantul, Kabupaten Bantul. Dari kesibukannya dalam tugas tersebut, dia kemudian kenal dengan Watinah, seorang bidan warga Kepek Kelurahan Timbulharjo, Kecamatan Sewon. Ternyata perkenalan itu berkembang, bukan sekedar pertemanan biasa, tapi sudah menjadi perteminan yang dilanjutkan ke urusan perkelaminan. Salah satu indikasinya, oknum polisi ini hanya berani ke rumah Watinah di kala suami pas tak di rumah.

Sekali dua kali warga masih membiarkan saja. Tapi setelah berkali-kali, warga jadi makin curiga bahwa keduanya memang sudah berbuat hil-hil yang mustahal. Mengingat yang dihadapi polisi, mereka tak berani bertindak blak-blakan. Cuma asal Kajiman lewat, warga dehem-dehem atau batuk-batuk kecil. Tapi rupanya, meski orang Jawa tulen Kajiman ini tidak �ing sasmita amrih lantip� (tidak cerdas membaca isyarat).

Lama-lama kesel juga warga, sehingga beberapa malam lalu, saat menjelang subuh keduanya hendak keluar rumah. Warga langsung �menangkap�-nya, dan disidangkan di rumah Watinah. Tapi tak lama kemudian, istri Kajiman datang dengan mobil Honda City ditemani anak lelakinya. Beberapa saat setelah keduanya masuk, tiba-tiba terdengar suara krompyang. Jangan-jangan kepala Kajiman dilempar piring seng oleh istrinya.

Gara-gara kasus tersebut, Ipda Kajiman kini ditarik ke Polres Bantul. Dia setiap hari wajib lapor. Bila kesalahan oknum polisi terbukti, yakni penegak hukum malah melenceng jadi �penegak burung�, dia bisa dipecat dari kepolisian. Oleh karenanya polisi kini terus mengumpulkan bukti-bukti baru.

Salah satu buktinya, ya bunyi krompyang itu tadi.


Sumber : http://m.poskotanews.com/2013/10/29/antara-penegak-hukum-polisi-penegak-burung/

Dilarang ngaceng sembarangan [imagetag]:
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive