
Jakarta, CNN Indonesia -- Hasil jajak pendapat Cyrus Network yang mengunggulkan Joko Widodo untuk jadi Ketua Umum PDIP dinilai sebuah skenario untuk memecah belah partai. PDIP mengaku perlu menetapkan status siaga pada upaya yang dianggap pecah belah ini.
Hal ini dinyatakan oleh politisi PDIP Charles Honoris saat dihubungi Selasa (16/12). Menurutnya, hal ini mirip dengan yang terjadi di tubuh PPP dan Golkar.
Namun bedanya, upaya memecah belah partai berlambang banteng gemuk itu dinilai tidak akan berhasil. Di PDIP, kata Charles, ada kesamaan nilai-nilai ideologi yang menyatukan seluruh kader di bawah kepemimpinan Megawati.
Charles yakin responden jajak pendapat itu bukanlah kader PDIP. "Kalau respondennya adalah stakeholder PDI Perjuangan, saya yakin lebih dari 90 persen mendukung Ibu Mega untuk memimpin partai," kata Charles. Charles juga yakin apa yang dikeluarkan Cyrus Network itu tidak akan mempengaruhi kebijakan partai.
Kendati demikian, Charles mengatakan PDIP akan tetap siaga apabila skenario untuk memecah PDIP semakin masif jelang kongres 2015 nanti. "Kita perlu siaga satu," ujarnya.
Politikus PDIP lainnya, Puan Maharani enggan menanggapi hasil survei Cyrus yang lebih mengunggulkan Joko Widodo untuk menjadi ketua umum PDIP daripada Ketua Umum Megawati itu. "Tanya ke Pak Jokowi," ucap Puan singkat saat ditemui di Lemhanas, Selasa (17/12).
Menurut Puan, sebagai seorang presiden, Jokowi akan terus fokus untuk memimpin negara. "Pak Jokowi kan akan fokus sebagai pemimpin nasional. Jadi ya itu saja jawabannya," kata putri Megawati ini.
Terkait terpilihnya dirinya sebagai kandidat nomor dua, tepat satu peringkat di bawah Jokowi dan satu peringkat di atas Megawati, Puan tak mau memberi komentar.
Dari hasil survei Cyrus tersebut, sebanyak 48 responden menilai Megawati tidak layak lagi memimpin PDIP. Pubik berharap ada regenarasi dalam kepemimpinan partai.
Untuk pengganti Mega, responden lebih memilih Joko Widodo untuk jadi ketua imum PDIP. Presiden RI itu didukung oleh 26,1 persen sementara Megawati hanya didukung 16,7 persen. PDIP sendiri akan menggelar Kongres pada April 2015. Namun meski masih lama, nama Megawati kembali mengemuka untuk memimpin PDIP.
Sumber : CNN
Apakah si mbok mau memberikan tahtanya :ngkaks
Dikutip dari: http://adf.ly/vIf5C


