SITUS BERITA TERBARU

[Mampir Gan,,] Kilas Balik Film, Fashion Muslim, dan Ekonomi Syariah 2014

Monday, December 29, 2014
Kilas Balik Film, Fashion Muslim, dan Ekonomi Syariah 2014

Tanggalan di kalender tahun ini segera berakhir. Peristiwa penting lahir dan dicatat sejarah. Banyak kenangan sekaligus kemenangan.

Dream - Layar lebar itu memaku perempuan berhijab itu. Ia terisak. Tak kuasa menahan air mata. Pandangannya yang terhalang air mata sesekali dihapus dengan sapu tangan. Namun matanya tetap fokus menatap layar. Seolah enggan melewatkan adegan demi adegan di film religi itu.

Rona kesedihan terus menghias wajahnya yang ayu. Kontras dengan kerudung dan baju hitam yang dikenakan. Dialah Dian Pipik Irawati, janda almarhum Ustad Jefri Al Buchori alias Uje yang wafat dalam kecelakaan motor beberapa waktu lalu.

Pada hari itu, 19 Juli 2014, Pipik tengah menghadiri pemutaran film perdana Hijrah Cinta. Film itu diputar di Studio 1 Epicentrum XXI, Kuningan Jakarta, Selatan. "Dari awal hingga akhir saya selalu keluar air mata. Tak pernah berhenti air mata ini," aku Pipik.

Wajar jika Pipik berurai air mata. Pasalnya, film yang tengah dia tonton memuat tayangan tentang kisah hidup suaminya, Ustad Uje. Film ini telah membangkitkan kenangan terhadap suaminya yang meninggal pada 26 April 2013 lalu.

Hijrah Cinta menjadi film religi yang sukses di bioskop Nusantara. Menurut data dari laman Film Indonesia, sejak tayang perdana di bioskop pada 24 Juli silam, film ini telah ditonton tak kurang dari 711.205 orang. Menempati posisi ke tiga sebagai film lokal dengan penonton terbanyak pada tahun 2014.

Tak hanya Hijrah Cinta. Sejumlah film religi Islam yang dirilis pada tahun 2014 ini juga menuai sukses. Sebut saja '99 Cahaya di Langit Eropa Part 2'. Film yang dilempar ke pasar pada bulan Maret 2014 itu nangkring di posisi ke lima sebagai film lokal paling laris dengan 587.042 penonton.

Film religi Islam yang juga masuk 10 besar tahun ini adalah Haji Backpacker. Film tentang pengembaraan pemuda bernama Mada yang melakukan perjalanan backpacker dari Tanah Air hingga ke Tanah Suci. Film yang baru dirilis 2 Oktober silam ini menempati posisi ke tujuh dan sudah ditonton oleh 375.799 orang.

Peluang film religi Islam memang masih terbuka lebar. Rakyat Indonesia yang mayoritas Muslim, bahkan terbesar di dunia, menjadi pasar yang sangat potensial. Jumlah Muslim di Tanah Air yang kurang lebih 200 juta jiwa perlu digarap lebih serius.

***

Kebangkitan film Islami tak berjalan sendirian. Gairah serupa juga terjadi dalam kehidupan fashion muslim.

Tengoklah Dian Pelangi. September 2014 lalu dia tampil di Amerika dalam acara DC Fashion Week. Ia menggelar pakaian hijab dan kain songket sebagai ciri khas. Sebelumnya di tahun ini juga dia berpameran di Australia dan Inggris.

Gairah fesyen hijab juga terlihat dalam gelaran Jakarta Fashion Week (JFW) 2015, awal November kemarin. Pekan mode terakbar di Asia Tenggara yang sudah dihelat tujuh kali ini jadi istimewa, lantaran rundown show untuk busana muslim meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Desainer kondang busana muslim Indonesia seperti Dian Pelangi, Restu Angraini, Ria Miranda, Jenahara dan NurZahra diberi kesempatan menguasai panggung selama sepekan JFW digelar.

"Kami melihat potensi desainer busana muslimah sangat baik. Mereka semakin mengembangkan sayapnya ke dunia internasional," komentar Ketua Jakarta Fashion Week, Svida Alisyahbana.

Pasar busana hijab memang tengah ramai dilirik pebisnis fesyen dunia. Tengok saja data the Global Islamic Economy Report 2013 yang dikeluarkan Dinardstandar hasil kolaborasi dengan Thomson Reuters. Bisnis pakaian muslim dunia pada 2012 mencapai US$ 224 miliar. Angka ini bakal melonjak menjadi US$ 322 miliar pada 2018.

Dari daftar itu, Indonesia menduduki puncak tertinggi pasar busana muslim dunia. Masyarakat Indonesia pada 2012 saja sudah menghabiskan fulus hingga US$ 16,8 miliar. Dana ini menempatkan Indonesia sebagai negara muslim dengan pasar busana muslim terbesar ketiga di dunia.

***

Pada akhirnya gairah di film religi dan fashion muslim merupakan bagian dari kebangkitan industri halal dari ekonomi syariah di Indonesia.

Tak mau dicap hanya sebagai pasar, pemerintah Indonesia kini terus berbenah diri. Genderang perang pun ditabuh. Indonesia mendeklarasikan diri sebagai calon pasar utama syariah di dunia. Tak cuma industri keuangan, berbagai sektor dijual ke pasar luar negeri.

Lewat World Islamic Tourism Maret 2014, Indonesia memaksa mata pelancong dan pebisnis travel untuk melirik kekayaan tanah air. Sebaliknya, otak pemerintah sudah dipenuhi dengan angka-angka devisa yang akan masuk. Pemerintah mencatat ada dana besar hingga Rp 1.659 triliun pada 2013. Dan masih ada Rp 2.191 triliun yang menunggu dalam empat tahun mendatang.

Tak puas menjadi puat wisata syariah, Indonesia pun membidik titel baru. Sebagai pusat keuangan syariah dunia. Menantang dominasi Malaysia dan Dubai yang telah terlebih dahulu memproklamirkan diri.

Meski berjalan relatif pelan, Indonesia mulai mencari posisinya di persaingan bisnis halal dunia. Sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia bisa menjadi penuntun bagi penduduk muslim dunia yang masih kebingungan menikmati gaya hidup barunya.

Maka, selamat tinggal 2014. Kini, film religi, fashion muslim serta ekonomi syariah di Indonesia makin mantap melangkah menyambut tahun baru 2015. Sebuah tahun penuh tantangan. Sekaligus aroma kemenangan.

Sumber: http://www.dream.co.id/news/kilas-ba...4-141229w.html

Baca Juga:
1. Tahun Pengukuhan Film Religi Islami  (www.dream.co.id)
2. Indonesia Kuasai Busana Muslim Dunia  (www.dream.co.id)
3. Inilah Tahun Kebangkitan Bisnis Halal Indonesia  (www.dream.co.id)

silahkan diklik-diklik gan.....

Link: http://adf.ly/vew1S
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive