TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Keinginan Syafik untuk pulang ke rumahnya tertunda satu jam karena petugas kereta api menahannya di stasiun Pasar Turi Surabaya. Syafik ditahan begitu turun dari KA Sembrani jurusan Semarang-Surabaya, Selasa (23/12/2014) pagi.
Ia harus menghadapi dua polsuska (polisi khusus kereta api) dan costumer service on the train yang menyangsikan keabsahan tiket miliknya. Padahal Syafik beli tiket di loket resmi di Stasiun Tawang Semarang, Selasa (23/12) dinihari.
Ia bercerita, sekitar pukul 00.00, datang ke stasiun Tawang Semarang untuk berangkat menuju Surabaya. Dini hari itu, ia memang belum membeli tiket kereta. Karena itu ia pun menghampiri loket resmi penjualan tiket di stasiun itu.
"Petugas tiket bilang, masih ada tiketnya tapi harganya Rp 480 Ribu untuk KA Sembrani. Tapi, kalau mau beli go show, harganya Rp 270 ribu, tapi tiketing baru buka pukul 01.00," katanya, Selasa (23/12).
Syafik, memilih menunggu hingga pukul 01.00. Ia memperhatikan beberapa orang juga mendapatkan tiket go show tersebut. Ia pun juga merasa tenang. Pagi itu, KA Sembrani terlambat dari jadwal. Seharusnya kereta datang pukul 01.26 tapi baru sampai pukul 02.10. Ia pun dengan santai menunggu. Tiba-tiba petugas loket menghampiri.
Ia harus menghadapi dua polsuska (polisi khusus kereta api) dan costumer service on the train yang menyangsikan keabsahan tiket miliknya. Padahal Syafik beli tiket di loket resmi di Stasiun Tawang Semarang, Selasa (23/12) dinihari.
Ia bercerita, sekitar pukul 00.00, datang ke stasiun Tawang Semarang untuk berangkat menuju Surabaya. Dini hari itu, ia memang belum membeli tiket kereta. Karena itu ia pun menghampiri loket resmi penjualan tiket di stasiun itu.
"Petugas tiket bilang, masih ada tiketnya tapi harganya Rp 480 Ribu untuk KA Sembrani. Tapi, kalau mau beli go show, harganya Rp 270 ribu, tapi tiketing baru buka pukul 01.00," katanya, Selasa (23/12).
Syafik, memilih menunggu hingga pukul 01.00. Ia memperhatikan beberapa orang juga mendapatkan tiket go show tersebut. Ia pun juga merasa tenang. Pagi itu, KA Sembrani terlambat dari jadwal. Seharusnya kereta datang pukul 01.26 tapi baru sampai pukul 02.10. Ia pun dengan santai menunggu. Tiba-tiba petugas loket menghampiri.
"Katanya jam tiba di Surabaya tidak tercetak. Makanya, tiketnya diganti. Saya pun mau dan kemudian diganti dengan nomor kursi 12 B," ucapnya. Beberapa saat, kereta berjalan, ia berujar ada pemeriksaan karcis. Tiketnya pun dilubangi, kemudian ia memilih untuk beristirahat. Saat tidur, Syafik dibangunkan customer service on the train (cs) dan meminta tiketnya.
Lalu, ia pun kembali tidur dan sekitar pukul 06.00 sampai di stasiun Pasar Turi. Ketika hendak keluar pintu kereta, Polsuska memintanya mengikuti mereka dan seorang penumpang lainnya yang juga beli tiket di Tawang.
Ia dikawal dua polsuska. Lalu, tak lama berselang. CS yang meminta tiketnya di perjalanan muncul dan menanyakan beli tiket dimana.
"Saat saya jawab di loket, petugasnya seolah-olah tidak percaya. Beberapa saat kemudian, kepala stasiun Pasar Turi datang dan memeriksa tiket. Kemudian dia pergi," imbuhnya.
Ketika diperiksa, ia hanya diberi penjelasan tiket yang dibelinya tidak ada di manifestnya. Saat bertanya apakah tiketnya palsu, CS on the train kembali menjawab hal yang sama. (*)
sumber: http://jateng.tribunnews.com/2014/12...-oleh-polsuska
Parah banget PT KAI.. Masak beli tiket di loket resmi msh bisa terima tiket palsu..
Dikutip dari: http://adf.ly/vV3vn


