
TEMPO.CO, Jakarta - Kebakaran hebat yang melanda Pasar Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat dinihari, 25 April 2014, membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengambil sejumlah kebijakan. Dalam pertemuan dengan sejumlah pedagang di Pasar Senen pada Sabtu, 26 April 2014, Jokowi memutuskan tiga kebijakan.
"Yang berkaitan dengan istilah biaya pengelolaan pasar dihapuskan. Pokoknya, saya suruh hapuskan, udah. Mulai detik ini,
Bagi pedagang yang kiosnya belum selesai dibangun tapi sudah terbakar, Jokowi mempertimbangkan mengurangi beban pembayaran di muka.
Namun Jokowi belum tahu besar keringanan yang akan diberikan. "Masih dihitung." Jokowi juga belum tahu waktu keputusannya. "Masak semua segera, penginnya cepet. Tapi dihitung besok."
Jokowi berjanji pembangunan pasar baru di lokasi kebakaran akan dilakukan oleh PD Pasar Jaya, seperti tuntutan pedagang.
Kebakaran Blok III Pasar Senen terjadi Jumat dinihari. Api menghanguskan dua pertiga pasar. Dari total 3.096 kios, 2.064 kios terbakar. Hingga hari ini pun asap hitam masih tampak di Blok III yang sedang dalam tahap pendinginan.
ATMI PERTIWI
sumber

2. Pemimpin yg tegas untuk memutuskan sesuatu. Jangan lihat bentuk tubuh yg kelihatan kerempeng klemar-kemer. Tapi lihat cara dia memutuskan sesuatu. Yang mampu berpikir cepat, tanggap. Yang katanya 'jendral' pun belum tentu berani berpikir cepat. Dan kemudian siap menanggung resiko, dari suatu keputusan. (no offense sama yg pernah lari ke luar negeri yaa gan...

3. Siapa PANASDA kemarin yg udah mulai buat fitnah, yg katanya sengaja dibakar, untuk bangun Mall. Baca tuh keputusan yg udah dibuat. Tanah pemerintah, akan dibangun oleh pemerintah. Untuk rakyat yg sama, yg mengalami musibah.


