Saya terhenyak membaca kicauan petinggi PDIP Prof Hamka Haq di akun Twitter-nya @hamkahaq. Beliau juga Ketua sayap keagamaan PDIP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi).
Prof Hamka Haq menggambarkan adanya persaingan di tubuh PDIP dalam masalah keuangan di Pilpres. Ia juga mengatakan, sikap gotong royong telah berubah. �Rasa gotog royong sesama yg mrupkan jati diri bgs tlah hilang, yg ada skrg siapa yg kuat modal (kapital) nya dlm Pemilu itulah pemenang,� kicau Prof Hamka.
Prof Hamka Haq menggambarkan adanya persaingan di tubuh PDIP dalam masalah keuangan di Pilpres. Ia juga mengatakan, sikap gotong royong telah berubah. �Rasa gotog royong sesama yg mrupkan jati diri bgs tlah hilang, yg ada skrg siapa yg kuat modal (kapital) nya dlm Pemilu itulah pemenang,� kicau Prof Hamka.
Prof Hamka Haq secara tersirat menggambarkan perpecahan di tubuh PDIP setelah perolehan suara PDIP tidak sampai 30 persen. Boleh dikatakan, tidak ada Jokowi Effect di Pemilu Legislatif bagi PDIP.
Sebagai seorang akademisi, apa yang dikicaukan merupakan isi hati dan kegelisahan secara jernih Prof Hamka Haq terhadap kondisi PDIP setelah ada kabar pengusiran Puan Maharani terhadap Jokowi.
Selain itu, kicauan ini menjadi bukti di tubuh PDIP terlalu rentan perpecahan setelah pertentangan antara generasi penerus PDIP antara Puan Maharani dan Prananda.
sumber: http://goo.gl/AJQMFc
pecahhhhh gannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn


