Sumber = http://poskotanews.com/2014/04/18/ha...ang-ki-enthus/
TAMANSARI (Pos Kota) � Pertunjukan wayang kulit di halaman Museum Fatahillah, Tamansari, Jakarta Barat, Jumat (18/4) malam, mendapat antusias masyarakat. Acara ini digelar Harian Pos Kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-44.
Sejak acara dimulai sekitar pukul 19:00, ratusan warga sudah duduk berjubel di depan panggung pertunjukan wayang. Bahkan tak sedikit pula yang berdiri demi menyaksikan pergelaran wayang yang menampilkan dalang Ki Enthus Susmono.
Acara yang juga digelar dalam rangka meramaikan Hari Pusaka Dunia ini diawali dengan penampilan 3 dalang cilik, yakni Hastu, Henokh dan Hana. Bambang SPR, pembawa acara, mengatakan, para dalang cilik itu membawakan pertunjukan wayang dengan lakon Kongso Adu Jago. �Salah satu dari 3 dalang ini ada dalang cilik wanita, yaitu Hana. Cilik tapi wanita, wanita tapi cilik,� guyonnya saat membuka acara disambut tertawaan ribuan penonton.
Ketua panitia sekaligus Wakil Pemimpin Umum Pos Kota, H. Joko Lestari mengatakan, acara wayang semalam suntuk ini tidak lepas dari arahan bapak H. Harmoko, sesepuh sekaligus pendiri Harian Pos Kota, yang sangat peduli pada budaya nasional. Menurutnya, pergelaran wayang ini juga terasa istimewa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pusaka Dunia. �Selain batik, angklung dan keris, wayang juga jadi pusaka dunia. Karena itu pergelaran ini juga terasa istimewa,� ujarnya.
Usai memberi sambutan, H. Joko Lestari secara simbolis menyerahkan peralatan kebersihan di antaranya berupa pengki dan sapu lidi kepada petugas kebersihan. Sesepuh sekaligus pendiri Pos Kota, H. Harmoko, mengaku bangga dengan acara ini. Terlebih acara ini banyak melibatkan anak-anak muda.
�Yang datang ke sini dari jauh-jauh ya? Ada dari Wonogiri, Tegal, Jawa Timur, dan sebagainya. Saya mengucapkan terimakasih kepada panitia karena mampu menggerakkan anak-anak muda. Saya juga berpesan kepada Ki Enthus, jangan sombong. Makin tinggi biasanya anginnya makin banyak,� ucapnya disambut tepuk tangan penonton.
Pada kesempatan itu, Harmoko menegaskan, Harian Pos Kota sebagai media massa independen. �Pos Kota itu tidak memihak siapa-siapa, hanya memihak pada keadilan dan kejujuran, independen,� ujarnya.
Sejak acara dimulai sekitar pukul 19:00, ratusan warga sudah duduk berjubel di depan panggung pertunjukan wayang. Bahkan tak sedikit pula yang berdiri demi menyaksikan pergelaran wayang yang menampilkan dalang Ki Enthus Susmono.
Acara yang juga digelar dalam rangka meramaikan Hari Pusaka Dunia ini diawali dengan penampilan 3 dalang cilik, yakni Hastu, Henokh dan Hana. Bambang SPR, pembawa acara, mengatakan, para dalang cilik itu membawakan pertunjukan wayang dengan lakon Kongso Adu Jago. �Salah satu dari 3 dalang ini ada dalang cilik wanita, yaitu Hana. Cilik tapi wanita, wanita tapi cilik,� guyonnya saat membuka acara disambut tertawaan ribuan penonton.
Ketua panitia sekaligus Wakil Pemimpin Umum Pos Kota, H. Joko Lestari mengatakan, acara wayang semalam suntuk ini tidak lepas dari arahan bapak H. Harmoko, sesepuh sekaligus pendiri Harian Pos Kota, yang sangat peduli pada budaya nasional. Menurutnya, pergelaran wayang ini juga terasa istimewa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Hari Pusaka Dunia. �Selain batik, angklung dan keris, wayang juga jadi pusaka dunia. Karena itu pergelaran ini juga terasa istimewa,� ujarnya.
Usai memberi sambutan, H. Joko Lestari secara simbolis menyerahkan peralatan kebersihan di antaranya berupa pengki dan sapu lidi kepada petugas kebersihan. Sesepuh sekaligus pendiri Pos Kota, H. Harmoko, mengaku bangga dengan acara ini. Terlebih acara ini banyak melibatkan anak-anak muda.
�Yang datang ke sini dari jauh-jauh ya? Ada dari Wonogiri, Tegal, Jawa Timur, dan sebagainya. Saya mengucapkan terimakasih kepada panitia karena mampu menggerakkan anak-anak muda. Saya juga berpesan kepada Ki Enthus, jangan sombong. Makin tinggi biasanya anginnya makin banyak,� ucapnya disambut tepuk tangan penonton.
Pada kesempatan itu, Harmoko menegaskan, Harian Pos Kota sebagai media massa independen. �Pos Kota itu tidak memihak siapa-siapa, hanya memihak pada keadilan dan kejujuran, independen,� ujarnya.
Harmoko juga berpesan kepada Ki Enthus yang kini sudah menjadi Bupati Tegal agar tidak bosan mendengar kritikan. �Kita lihat apakah mampu kritik-kritiknya membangun. Pak Enthus jangan lupa ya dengan kritik-kritik yang membangun. Kritik itu anggap saja sebagai pil pahit,� tuntasnya.
Usai memberi sambutan, Harmoko kemudian membagikan buku berjudul �Tantangan Pemerintahan 2014-2019� karyanya dan buku �Kumpulan Karikatur, Sentilan dan Satire Pos Kota� kepada sejumlah tokoh masyarakat, termasuk kepada Ki Enthus Susmono. Penyerahan kedua buku itu dibalas Ki Enthus dengan menyerahkan wayang Semar. �Semar ini saya gambarkan sebagai Pak Harmoko, karena beliau ini merupakan saksi sejarah berdirinya Indonesia,� tuturnya.
Adapun mengenai lakon Karmapala yang dibawakannya, Ki Enthus menjelaskan, lakon ini menyiratkan pesan bahwa segala perbuatan mesti akan dibalas oleh Allah SWT. �Dan saya akan memberikan pernyataan bahwa orang-orang Tegal tidak mencari makan tetapi memberi makan dengan wartegnya. Kalau tidak ada orang Tegal orang Jakarta pasti akan kelaparan,� guyonnya.
Sebelum Ki Enthus Susmono tampil pembawa acara Bambang SPR bersama Pemimpin Redaksi Harian Pos Kota, H. Toto Irianto, mengundi hadiah untuk penonton berupa kipas angin. Selain itu juga ada 2 unit sepeda motor, lemari es, dan pesawat televisi. Sebelum tampil, Ki Enthus memberi ucapan, �Selamat buat Indonesia Raya siapa pun presidennya rakyat tetap makmur. Amin.�
Nur, 35, warga Tambora, Jakarta Barat, mengaku datang ke acara ini setelah melihat berita dan iklan tentang acara ini di Harian Pos Kota. Menurutnya, pertunjukan ini dapat mengobati rasa rindu terhadap kampung halamannya.�Apalagi dalangnya Ki Enthus yang sekarang jadi Bupati Tegal. Jadi sekalian pengen melihat aksi Pak Bupati juga,� ujar wanita yang datang bersama suaminya itu.
Demikian pula Yati Hapsari, 28, warga asal Wonogiri. Wanita yang juga penyanyi campur sari dan sedang merambah musik dangdut ini mengaku senang dengan pertunjukan wayang.�Kebetulan sekarang saya sedang liburan di Jakarta dan kebetulan pula ada wayang di kawasan Kota Tua ini. Kami pun jadi semakin terhibur,� tuturnya.
Tak lupa pula Nur dan Yati berterimakasih dan mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-44 untuk Pos Kota. �Terimakasih kepada Pos Kota yang sudah menggelar wayang ini, selamat ulang tahun yang ke-44, semoga Pos Kota tetap jaya,� tuntasnya. (yulian/yo)
Teks foto: H.Harmoko menerima wayang Semar dari dalang Ki Enthus Susmono. (yogi)
Hayyooooo
gak omong kosong lagi kan




