Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Sekarang Baidu Beli Uber

Sunday, December 14, 2014
Sekarang Baidu Beli Uber

Shanghai, Suarapemred - com - Sebuah aksi bisnis kontroversial dikabarkan datang dari China, di mana perusahaan mesin pencari dunia maya milik China, Baidu, disebutkan akan melakukan investasi strategis senilai $ 600 juta (lebih dari Rp. 7,2 triliun) dengan membeli perusahaan aplikasi pemesanan taxi yang kontroversial di AS, Uber.

Laporan yang dimuat di media pemerintah edisi Jumat (12 Desember) menyatakan, Baidu yang telah mengirimkan undangan untuk sebuah acara dengan titel "Uber Press Conference" di markasnya di Beijing pada tanggal 17 Desember. Perusahaan akan mengumumkan penandatanganan investasi lintas batas yang penting dan kesepakatan kerjasama strategis dalam konferensi pers tersebut.

Pendiri Baidu, Robin Li dan "tamu misterius" (yang oleh sebuah sumber yang tak bersedia disebutkan namanya, mengatakan adalah chief executive Uber, Travis Kalanick) akan menghadiri konferensi pers tersebut.

Laporan terkait menyebutkan, Uber yang telah memiliki perwakilan di zona komersial China di Shanghai sejak Agustus 2013. Sejak saat tersebut, Uber kemudian memperluas jangkauan operasinya hingga ke kota-kota lain termasuk Beijing, Tianjin, dan Shenzhen serta Guangzhou. Namun demikian sejumlah laporan menyebutkan, jangkauan pasar Uber di China masih kecil dibandingkan dengan perusahan sejenis di China, seperti: Kuaidi Dache (sebuah perusahaan sejenis Uber di mana raksasa e-commerce Alibaba memiliki saham) serta Didi Dache (sebuah perusahaan serupa yang didukung oleh raksasa teknologi Tencent).

Catatan dari hasil swebuah riset analisis menunjukkan, Kuaidi yang mengusai pangsa pasar sebesar 54,4 persen di China pada kuartal ketiga, sementara Didi berada di peringkat berikutnya dengan menguasai pangsa pasar sebesar 44,9 persen.

Namun demikian, aliansi yang terjalin antara Baidu dan Uber akan mengubah kompetisi tersebut menjadi semakin ganas. Layanan pemesanan taxi via internet yang diberikan oleh Uber sejauh ini telah menuai kontroversi. Uber yang didirikan pada tahun 2009, kini telah berkembang cepat dengan membangun kehadirannya di lebih dari 200 kota di seluruh dunia. Aplikasi Uber menggunakan GPS untuk menghubungkan pengguna dengan penyedia taxi (sopir) terdekat, dan Uber mengenakan biaya komisi.

Namun Uber telah juga menuai beberapa kontroversi, termasuk yang terbaru pada minggu ini di mana pemerintah India akhirnya melarang operasi Uber di New Delhi setelah seorang wanita India mengaku diperkosa oleh salah satu supir dari hasil pemesanan taxi via Uber. Uber juga tercatat telah menuai protes dari operator taksi yang ada di banyak kota dan dianggap sebagai ilegal di beberapa wilayah.(cna/Kls).

Sumber

Dikutip dari: http://adf.ly/vEbP3
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive