Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Nurul Arifin Nilai Menkumham Lempar Tanggungjawab Soal Kemelut Golkar

Thursday, December 18, 2014
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP Golkar versi Munas Bali Nurul Arifin menilai keputusan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly sebagai blunder yang buruk.
Hal itu terkait keputusan Menkumham mengembalikan konflik internal kepada Partai Golkar untuk menyelesaikannya.

"Ini preseden bagi kita semua karena tidak memberikan pendidikan politik yang baik bagi negara ini," kata Nurul di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Ia melihat tidak ada ketegasan dari Menkumham menyikapi permasalahan Golkar. Apalagi Yasonna, kata Nurul, mengatakan kedua kubu baik Ical dan Agung memenuhi persyaratan Munas.

"Kita bisa melihat dari sisi legalistik itu bahwa Munas itu mengisaratkan ada dua hal yang menjadi agenda pokok, pidato pertanggung jawaban ketum dan pemilihan ketum," tuturnya.

Sikap Menkumham yang terkesan lepas tangan itu, menurut Nurul menjadi pekerjaan rumah semua pihak dalam kehidupan politik di Indonesia.

"Jadi melemparkan kembali masalah itu kepada partai untuk menyelesaikan secara internal, dan direkomendasikan adanya islah," ungkapnya.

Mengenai islah, Nurul mengatakan hal itu telah diupayakan oleh Ketua Dewan Pertimbangan Golkar versi Munas Bali Akbar Tandjung.

"Namun kan belum ada gayung bersambut. Sebetulnya Golkar yang sudah ada sekarang ini kita itu dari segi politik dan dari legalistik sudah menang, tapi masalahnya kita tidak punya kantor saja. Itu yang membuat kita kelihatan lemah, padahal sesungguhnya kami itu kuat," jelasnya.

sumber

ada dua kubu, dagumen ama mbangirmen, kita liat siapa yg menang

Dikutip dari: http://adf.ly/vLid6
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive