
Hujan terus menerus selama tiga hari menyebabkan banjir bandang di sejumlah wilayah di Pakistan dan India. Berdasarkan laporan pejabat kedua negara, Sabtu, 6 September 2014, sebanyak 110 orang tewas di Pakistan sementara 108 lainnya meninggal di India.
Kematian para korban dipicu oleh banjir dan tanah longsor di wilayah pegunungan Kashmir yang terbagi antara India dan Pakistan."Sebagian besar korban tewas karena atap rumah mereka runtuh," kata Ahmad Kamal, juru bicara Badan Mitigasi Bencana Nasional Pakistan. Sedikitnya ada 650 rumah rusak serta 148 warga terluka akibat banjir dan tanah longsor dari seluruh penjuru Pakistan.
Kamal menyebut pihaknya juga dibantu militer untuk mengevakuasi warga dari lokasi musibah. Selain mengirim tentara, militer Pakistan juga mengerahkan kapal serta helikopter dalam operasi penyelamatan dan pembagian bantuan bagi para korban di wilayah Gujranwala, Sialkot, Rawalpindi, Mandi Bahauddin, Khanki, Qadirabad serta Kashmir.
Televisi pemerintah Pakistan menanyangkan gambar desa-desa dan jalan yang terendam air serta rumah-rumah yang rusak akibat musibah tersebut. Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif menyatakan berduka atas kematian warga serta kerusakan akibat hujan dan banjir. "Pemerintah akan membantu seluruh korban untuk mengatasi musibah ini, "Sharif berjanji.
Dari India, otoritas setempat mengumumkan jumlah korban tewas hingga kemarin mencapai 108 orang. Masuk ke dalam korban tewas adalah 30 penumpang bus yang terjebak arus banjir dari pesta pernikahan pada Kamis lalu di Kashmir, India. Empat penumpang bus berhasil menyelamatkan diri, tetapi aparat India khawatir penumpang lain telah meninggal dunia. Salah satu penumpang yang dikhawatirkan tewas termasuk sang pengantin.
Namun, media lokal melaporkan sudah ada lebih dari 120 orang di wilayah itu tewas dalam banjir, termasuk sedikitnya 14 tewas akibat tanah longsor.
SUMBER
tanggapannya agan dan mbaknya gimana nih ?
Dikutip dari: http://adf.ly/rpylb


