![[With Pic] Terkuak, Gambar Kuno Tertua di Dunia Berasal dari Tanah Jawa](http://assets.kompas.com/data/photo/2014/12/04/1932040gambar-zig-zag780x390.jpg)
Torehan pada cangkang Pseudodon vondembuschianus trinilensis berusia 500.000 tahun, dinyatakan sebagai torehan tertua di dunia.
KOMPAS.com — Torehan tertua di dunia yang terdapat pada cangkang ternyata berasal dari tanah Jawa, tepatnya dari situs Trinil, Ngawi, Jawa Timur. Penelitian yang dipublikasikan di Nature pada Senin (1/12/2014) mengungkapnya.
Josephine CA Jordens, peneliti pada Fakultas Arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, beserta rekannya adalah pihak yang mengonfirmasi bahwa torehan tersebut merupakan yang tertua, berasal dari masa 500.000 tahun lalu.
Jordens sedang mengerjakan proyek penelitian tentang penggunaan sumber daya laut oleh spesies manusia purba Homo erectus di situs Trinil, Jawa Timur. Ia kemudian menganalisis cangkang kerang air tawar spesies Pseudodon vondembuschianus trinilensis.
Saat menganalisis, ia menemukan perforasi atau lubang-lubang kecil selebar beberapa milimeter pada permukaan cangkang kerang. Menurut dia, hal itu merupakan indikasi adanya orang pada masa itu yang berupaya membuka cangkang dengan alat tajam macam gigi hiu.
Rekan Jordens kemudian memotret cangkang tersebut dan mengamatinya lebih detail. Lewat pengamatan saksama, diketahui bahwa permukaan cangkang tersebut memiliki torehan-torehan berbentuk zig-zag.
Pengamatan di bawah mikroskop kemudian menguak bahwa pola zig-zag itu dibuat secara sengaja. Garis zig-zag yang masing-masing memiliki panjang 1 cm tersebut kontinu, tidak putus-putus, menunjukkan bahwa pembuatnya menaruh perhatian pada detail.
Jordens dan rekannya melakukan penanggalan pada sedimen yang terdapat pada cangkang dengan argon dan luminescence. Hasil penanggalan mengungkap bahwa pola zig-zag itu berasal dari masa 500.000 tahun lalu, bukan dibuat oleh Homo sapiens, melainkan Homo erectus.
"Penemuan ini sangat spektakuler dan berpotensi mengubah cara pandang kita tentang Homoawal (manusia purba)," kata Nick Barton, arkeolog dari Universitas Oxford yang tak terlibat studi.
Apakah torehan tersebut merupakan bentuk seni? Jordens mengatakan, "Jika Anda tidak mengetahui tujuan dari seseorang yang membuatnya, maka tidak mungkin untuk menyebutnya sebagai seni."
"Akan tetapi, di sisi lain, ini adalah gambar purba. Ini adalah cara untuk mengekspresikan diri. Apa tujuan dari orang yang membuatnya, kita tidak tahu," ungkap Jordens seperti dikutip Nature, Rabu (3/12/2014).
Clive Finlayson, pakar hewan dari Museum Gibraltar yang juga terlibat dalam studi, mengatakan, yang terpenting dari temuan ini adalah bahwa manusia purba sudah punya kemampuan berpikir abstrak, sama seperti manusia modern.
Cangkang kerang yang dianalisis ditemukan oleh paleontolog Eugene Dubois di situs Trinil pada tahun 1896. Dubois juga menemukan kerangka Homo erectus. Kerangka dan cangkang itu lalu dikirim ke Museum Leiden pada tahun 1930.
http://sains.kompas.com/read/2014/12...ampaign=Kpopwp
==
Gambar Kuno dari Trinil Bukti Manusia Purba Punya Kreativitas
![[With Pic] Terkuak, Gambar Kuno Tertua di Dunia Berasal dari Tanah Jawa](http://assets.kompas.com/data/photo/2014/12/05/1107545torehan-tertua-di-dunia780x390.jpg)
Gambar kuno tertua di dunia pada cangkang kerang dari situs Trinil. Gambar berbentuk zig-zag tersebut ditaksir berusia 500.000 tahun.
KOMPAS.com - Penemuan torehan tertua di dunia pada cangkang dari situs Trinil, Ngawi, Jawa Timur, menunjukkan bahwa kemampuan kreatif tidak spesial milik manusia modern (Homo sapiens) tetapi juga dimiliki manusia purba.
Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa perilaku manusia modern tidak tiba-tiba saja muncul begitu spesiesnya berkembang, tetapi telah mengakar pada moyangnya, para manusia purba.
Diberitakan Kompas.com, Kamis (4/12/2014), Josephine CA Jordens, peneliti pada Fakultas Arkeologi di Universitas Leiden, Belanda, mengungkap bahwa torehan pada cangkang kerang air tawar spesies Pseudodon vondembuschianus trinilensis adalah yang tertua di dunia.
Berdasarkan analisis sedimen pada cangkang dengan penanggalan Argon dan luminesens, Jordens menyatakan, torehan berbentuk zig-zag tersebut berusia antara 540.000 - 430.000 tahun.
Baca : Terkuak, Gambar Kuno Tertua di Dunia Berasal dari Tanah Jawa
Dengan usia itu, Torehan tersebut 5 kali lebih tua dari gambar geometris tertua di dunia sebelumnya yang ditemukan di gua wilayah Afrika Selatan, berusia antara 70.000 hingga 100.000 tahun.
Temuan torehan pada cangkang dari Trinil memberi petunjuk tentang asal-usul kreativitas sebab torehan tersebut dibuat oleh spesies manusia purba, Homo erectus, sementara torehan di Afrika Selatan dibuat oleh manusia modern, Homo sapiens.
Jordens seperti dikutip National Geographic, Rabu (3/12/2014), mengatakan, "Ini menunjukkan asal-usul dari kemampuan itu (kreativitas) jauh lebih awal dari yang kita duga sebelumnya."
"Kita sebagai manusia cenderung berpusat pada spesies kita, menganggap bahwa kita hebat dan mereka manusia purba bodoh, tetapi saya tidak berpikir begitu. Kita harus menghargai nenek moyang kita lebih tinggi," imbuhnya.
Alison Brook, paleoantropolog dari Smithsonian Institutipon di Amerika Serikat mengatakan hal yang sama. Ia mengungkapkan, temuan ini berdampak besar, terutama pada pemahaman tentang spesies manusia modern dan moyangnya.
Secara umum, dipercaya bahwa manusia menjadi modern secara anatomi dan perilaku sekitar 100.000 - 200.000 tahun lalu. Kemampuan manusia berkembang pesat pada masa itu sehingga dalam hitungan ribuan tahun, manusia mampu menggambar pada dinding-dinding goa.
Gambar kuno dari Trinil memberi petunjuk bahwa skenario tersebut tidak tepat. "Perilaku manusia modern tidak tiba-tiba saja muncul seperti percikan. Ini ialah sesuatu yang sudah mengakar jauh sebelumnya," ungkap Jordens.
Cangkang kerang yang dianalisis dalam riset Jordens ditemukan oleh paleontolog Eugene Dubois di situs Trinil pada tahun 1896. Dubois juga menemukan kerangka Homo erectus. Kerangka dan cangkang itu lalu dikirim ke Museum Leiden pada tahun 1930.
Saat mengoleksi cangkang, Dubois tidak menyadari adanya torehan pada permukannya. Adanya torehan baru disadari oleh Jordens dan Streven Munro, antropolog dari Museum Nasional Australia, tujuh tahun lalu.
http://sains.kompas.com/read/2014/12...campaign=Kknwp
Kita sebagai bangsa Indonesia patut bangga..,. (dari penelitian ilmiah) ternyata gambar (kuno) tertua di muka bumi (ini) berasal dari negara kita. Ini sangat luar biasa..., bahkan (menurut saya) ini lebih "spektakuler" dibanding situs megalitikum (yang di Cianjur sana).
(Insya Allah) kita (akan) alokasikan anggaran yang memadai (untuk penelitian kepurbakalaan).., ini penting, karena menyangkut sejarah kita (sebagai umat manusia), menyangkut peradaban (umat manusia) dan eksistensi kita (sebagai sebuah bangsa).
Dikutip dari: http://adf.ly/uysut


