
"Inggris merupakan mitra yang luar biasa bagi Amerika dan kekuatan bagi dunia yang tidak stabil. Saya berharap mereka (Inggris dan Skotlandia) tetap kuat dan bersatu," ciut Obama lewat akun Twitter-nya, seperti dilansir USA Today, Rabu, 17 September 2014.
Sekretaris Gedung Putih Josh Earnest mengatakan pemungutan suara adalah hak rakyat Skotlandia, apa pun keputusannya. Namun, sepaham dengan Obama, Earnest juga berharap Skotlandia dan Inggris tetap bersatu.
"Saya menghormati keputusan rakyat Skotlandia untuk memberikan suara tanpa campur tangan orang lain. Tapi, seperti yang dikatakan Presiden, kami ingin melihat Inggris dan Skotlandia tetap bersatu dan menjadi mitra yang efektif," ujar Earnes.
Rencana pemisahan diri dari Inggris telah disampaikan oleh Perdana Menteri Skotlandia Alex Salmond pada akhir November lalu. Dalam sebuah dokumen setebal 670 halaman dijabarkan secara rinci berbagai hal tentang pemisahan diri, termasuk mata uang, sistem perpajakan, dan kesejahteraan rakyat.
Sumber
Dikutip dari: http://adf.ly/sAaJi


