Aktivis perempuan Ratna Sarumpaet pesimis, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla akan menuntaskan kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib. "Absurd harapkan Joko-JK ungkap kasus Munir," tulis Ratna Sarumpaet di akun Twitter @RatnaSpaet.
Ratna beralasan, Jokowi mengantungkan nasib kepada dua orang yang bertanggungjawab atas nasib Munir. "HendroPri – MEGA bertanggung-jawab atas nasib Munir, di tangan 2 orang itu @jokowi_do2 gantungkan nasib," tulis @RatnaSpaet.
Senada dengan Ratna, sosiolog Universitas Diponegoro, Suteki, juga menyatakan pesimis kasus Munir diselesaikan pemerintahan Jokowi-JK.
"Saya pesimistis kasus Munir ini bisa diselesaikan. Terlebih lagi, ada nama-nama jenderal yang diduga terlibat dalam pembunuhan Munir kini malah berada di gerbong pemerintahan Jokowi-JK," tegas Suteki dalam diskusi peringatan 10 tahun kematian Munir di Kampus Undip, Pleburan, Semarang (08/09).
Suteki meminta agar Muchdi Purwoprandjono dan AM Hendropriyono harus kembali diadili karena diduga terlibat pembunuhan Munir di dalam kabin pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Belanda.
Sebelumnya, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Eva Kusuma Sundari, membantah pernyataan seniman Butet Kertaradjasa yang menyebut pembunuh aktivis HAM Munir ada dilingkaran Joko Widodo.
Sumber gan: http://goo.gl/Atb2TE
Dikutip dari: http://adf.ly/rsTe4


