Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

[TUKANG NGELES]Tiba-tiba Jokowi Ngaku Tak Pernah Ngomong akan Naikkan Harga BBM

Tuesday, September 9, 2014
Tiba-tiba Jokowi Ngaku Tak Pernah Ngomong akan Naikkan Harga BBM

Senin, 08 September 2014

RMOL. Presiden terpilih Joko Widodo mengklaim tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Ia justru mengaku tidak pernah mengeluarkan pernyataan akan menaikkan harga BBM.

"Yang mau menaikan BBM itu siapa? Yang mau ada bantuan langsung itu siapa?" ujarnya di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (8/9).

Ia mengaku selama ini hanya mengeluarkan pernyataan akan mengalihkan subsidi BBM ke usaha produktif pertanian.

"Mengalihkan subsidi BBM ke usaha produktif, di desa di kampung, untuk petani untuk nelayan itu," katanya.

Meski membantah mengeluarkan pernyataan akan menaikkan harga BBM, Jokowi mengaku belum menemukan formula tepat untuk menjalankan idenya tersebut. "Ya sistemnya baru dibahas," katanya.

Beberapa saat lalu Jokowi menyempatkan diri menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Bali. Dalam pertemuan itu, Jokowi meminta agar SBY menaikkan harga BBM sebelum mengakhiri masa jabatannya. Sayangnya, permintaan tersebut ditolak mentah-mentah oleh SBY. Karena menurut Ketua Umum Partai Demokrat itu urusan kenaikan BBM adalah tanggung jawab masing-masing pemerintah.

Sumber

Dahulu kala ...

Jokowi Akan Menaikkan Harga BBM jika Terpilih Jadi Presiden
Rabu, 4 Juni 2014 | 23:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Calon presiden Joko Widodo mengisyaratkan akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) apabila nanti terpilih menjadi presiden. Jokowi merasa memiliki keberanian untuk mengambil kebijakan yang selalu menimbulkan gejolak sosial, ekonomi, dan politik tersebut.

"Ini masalah efisiensi karena ada banyak kepentingan. Kenapa saya punya keberanian (menaikkan BBM)? Itu karena saya tidak tersandera kepentingan-kepentingan. Saya ini orang baru, orang baru," kata Jokowi dalam konferensi pers setelah acara pemaparan platform ekonomi Jokowi-JK di Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Jokowi menganggap subsidi BBM saat ini sangat memberatkan APBN. Mantan Wali Kota Solo itu mengusulkan agar subsidi BBM dialihkan ke program-program yang padat karya seperti subsidi pupuk untuk petani.


Jokowi juga menjelaskan, kenyataannya, subsidi BBM saat ini justru tidak dinikmati oleh masyarakat yang tidak mampu. Menurut dia, subsidi malah mengalir ke tangki-tangki mobil mewah orang-orang berduit.

"Subsidi kita saat ini dinikmati bukan oleh masyarakat tidak mampu. Lebih baik alihkan ke pangan, subsidi pupuk untuk petani," katanya.

Dalam pemaparan visi-misi ekonominya, Jokowi bahkan menyinggung masalah ketergantungan masyarakat terhadap BBM. Menurut dia, menaikkan harga BBM bukanlah hal yang sulit. Dia meyakinkan peserta yang hadir untuk berpikir tidak rumit mengenai masalah tersebut.

"Kita saat ini masih sangat ketergantungan BBM. Jangan anggap ini susah. Anggap ini gampang, jangan berpikir ini susah. Ini gampang," tandasnya, disambut tepuk tangan peserta konferensi pers.

Sumber

Jokowi Minta Kenaikan BBM Diputuskan Sebelum Ia Dilantik
Rabu, 20 Agustus 2014, 00:20 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan menaikkan harga BBM sebelum ia dilantik. Hal itu karena Jokowi menginginkan agar beban subsidi BBM tidak hanya ditanggung oleh pemerintahannya mendatang.
"Yang baik ya kenaikannya dibagi-bagi. Pemerintah sekarang dan nanti yang akan datang. Kalau menaikkan berarti mengurangi beban ke depan," ujarnya usai menghadiri Soegeng Sarjadi Award di Hotel Four Season, Selasa (19/8).
Dalam RAPBN 2015, anggaran untuk belanja subsidi energi adalah Rp 291,1 triliun. Jumlah itu meningkat dari alokasi APBN perubahan 2014 sebesar Rp 246,5 triliun.
Jokowi menilai, subsidi tersebut terlalu besar sehingga membebani APBN. Padahal, kata dia, jika anggaran subsidi ditekan, akan ada ruang fiskal yang lebih besar untuk program kerja lain.
Misalnya, dia mencontohkan, subsidi listrik selama ini sangat besar karena proses produksinya menggunakan BBM. Padahal, listrik sebenarnya juga bisa diproduksi menggunakan gas, batu bara, dan bio thermal, yang harga produksinya jauh lebih hemat.
"Dari itu kita sudah bisa menghemat Rp 60 sampai 70 triliun," ujarnya. Sumber
waduuhhh...kok ngelesnya jadi kebiasaan nih..

ngeri dah kalo punya presiden kaya gini




Dikutip dari: http://adf.ly/rtjLt
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive