Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Indonesia Punya Teknologi Submerge Floating Tunnel atau Terowongan Layang Bawah Air

Monday, September 1, 2014




Sudah sejak tahun 2006, Pusat Teknologi Industri dan Sistem Transportasi (PTIST) BPPT telah melakukan berbagai penelitian Submerge Floating Tunnel (SFT) atau terowongan layang bawah air. Cara kerja dari SFT itu seperti Hukum Archimedes, yaitu tentang prinsip pengapungan di atas benda cair. Jadi, tunnel (terowongan) tidak tenggelam di dasar laut, tapi melayang di dalam air.

Terowongan layang bawah air sudah diujicobakan di laboratorium BPPT. Di antaranya diujicobakan di laboratorium Balai Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH) Surabaya, untuk menguji kestabilan fisik dari tunnel dan uji scoring di Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) Yogyakarta untuk melihat sejauh mana kerusakan di dasar dan di pinggir tunnel setelah terpasang. SFT juga telah diuji struktur di Balai Besar Teknologi Kekuatan Struktur ( B2TKS) untuk melihat bentuk terbaik dari tunnel.

SFT mempunyai kelebihan dan keunggulan dibandingkan dengan jembatan inmerge dan tunnel underground. Dari segi volume pengerjaan, SFT tidak memiliki volume terlalu banyak karena tidak perlu membuat tiang-tiang pemancang seperti pada jembatan inmerge. Tentunya hal tersebut akan sangat mempengaruhi pada cost yang harus dikeluarkan. Terlebih lagi, rancangan SFT ini sangat ramah lingkungan dan dijamin tidak akan merusak terumbu karang.

Dari sekian banyak tempat di Indonesia yang memenuhi prasyarat, Pulau Panggang dan Pulau Karya yang terletak di wilayah Kepulauan Seribu yang paling cocok untuk dijadikan tempat perdana pemasangan SFT.


Ada banyak lagi kelebihan dan fungsi dari SFT selain untuk wisata teknologi maritim. SFT ini sangat ramah lingkungan, beda dengan jembatan yang menggunakan tiang pancang sehingga bisa menyebabkan kerusakan terumbu karang. Dengan begitu, selain untuk wisata teknologi maritim SFT juga sangat mungkin difungsikan sebagai alat angkut liquid seperti minyak, bahkan sebagai prasarana transportasi seperti jembatan.

Gambar model Terowongan Layang Bawah Air





SUMBER 1

SUMBER 2



Dikutip dari: http://adf.ly/rebOk
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive