
Jakarta - Calon presiden dari gerbong koalisi Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI yang masih aktif tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung para 9 Juli 2014.
"TNI dan Polri harus netral," kata Prabowo seusai menghadiri rapat pimpinan nasional Keluarga Besar Putra-Putri Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Senin, 2 Juni 2014. Dia pun mengklaim tak ada personel TNI dan Polri aktif yang mendukungnya bersama calon wakil presiden Hatta Rajasa. "Tidak ada. Tidak ada."
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkit peristiwa pada Pemilihan Umum 2004 yang menunjukkan ketidaknetralan TNI dan Polri. SBY menyatakan saat itu ada beberapa perwira TNI-Polri yang memberikan instruksi untuk tak memilih dirinya sebagai presiden di hadapan pasukan dan media massa.
"Saya forgive, but not forget," kata SBY di Kementerian Pertahanan, Senin, 2 Juni. 2014.
Jakarta - Calon presiden dari gerbong koalisi Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengatakan personel Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI yang masih aktif tidak boleh mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bertarung para 9 Juli 2014.
"TNI dan Polri harus netral," kata Prabowo seusai menghadiri rapat pimpinan nasional Keluarga Besar Putra-Putri Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Senin, 2 Juni 2014. Dia pun mengklaim tak ada personel TNI dan Polri aktif yang mendukungnya bersama calon wakil presiden Hatta Rajasa. "Tidak ada. Tidak ada."
Sebelumnya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkit peristiwa pada Pemilihan Umum 2004 yang menunjukkan ketidaknetralan TNI dan Polri. SBY menyatakan saat itu ada beberapa perwira TNI-Polri yang memberikan instruksi untuk tak memilih dirinya sebagai presiden di hadapan pasukan dan media massa.
"Saya forgive, but not forget," kata SBY di Kementerian Pertahanan, Senin, 2 Juni. 2014.
SUMBER..........


