Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

(Ngeri gan: Asal tangkap) Korban Pemerasan PNS Kemenhan Tewas Dilempar dari Mobil

Monday, June 9, 2014
Satu Korban Pemerasan Komplotan PNS Kemenhan Tewas karena Dilempar dari Mobil

Kamis, 05/06/2014 13:25 WIB


Jakarta - Slamet Wahyudi (31), PNS Kementerian Pertahanan yang melakukan pemerasan bersama komplotannya tidak segan-segan melukai korbannya bila melawan. Bahkan, salah satu korbannya, Muhajir, tewas akibat dilempar dari dalam mobil komplotan tersebut.

Peristiwa yang menimpa Muhajir itu terjadi di Jl Hang Lekir, Jakarta Selatan pada tanggal 27 Mei 2014 pukul 02.00 WIB lalu. Saat itu, korban dijemput paksa oleh Slamet Cs dengan tuduhan melakukan perjudian.

"Namun untuk TKP yang ini, Slamet tidak ikut. Menurut pengakuan Slamet, yang beraksi di TKP ini yakni Serma R, S dan U. Ketiganya masih buron," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (5/6/2014).

Saat itu, korban dipaksa naik ke dalam mobil Toyota Avanza B 1041 VFJ milik Slamet Cs yang saat itu mengaku sebagai anggota Reskrim Polda Metro Jaya. Di dalam mobil, korban kemudian dipaksa menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta bila tidak ingin ditangkap.

"Kemudian pelaku meminta uang tebusan ke ayah korban senilai Rp 5 juta," ucapnya.

Ayah korban, Isnanto, kemudian menyanggupinya. Isnanto kemudian diajak bertemu di Golf 3 Simprug, Kebayoran Lama, Jaksel. Namun, saat bertemu, Isnanto ternyata tidak membawa uang. Mengetahui hal itu, Slamet Cs marah dan kemudian membawa kabur korban.

"Kemudian ayah korban meneriaki mobil pelaku, dan pelaku kabur lalu melempar korban dari dalam mobil sehingga mengalami luka parah,"

Akibat perbuatan Slamet Cs itu, korban kemudian kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Setelah beberapa hari dirawat, nyawa korban tak terselamatkan. Atas perbuatan Slamet Cs itu, ayah korban melapor ke Polda Metro Jaya, dalam laporan resmi bernopol LP/1955/V/2014/PMJ/Dit Reskrimum

Setelah diselidiki, Tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mengantongi identitas pelaku yang kemudian diketahui bernama Slamet, PNS Kemenhan. Slamet baru tertangkap pada tanggal 3 Juni 2014, di rumahnya di Komplek BBD Blok E 16 RT 06/03, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Selain Slamet, polisi juga menangkap Aprian, yang beralamat rumah yang ternyata tetangga Slamet.

"Slamet dan Aprian dijerat Pasal 368 KUHP tentang pemerasan disertai pengancaman dan kekerasan," pungkasnya.

Sumber:
http://m.detik.com/news/read/2014/06...par-dari-mobil



Pasti sekarang Ayahnya nyesel banget; gak ngasih 5 juta malah nyawa anaknya hilang..

SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive