Dia mengatakan untuk mengendalikan daerah adalah melalui politik anggaran. Dimana daerah daerah yang tidak patuh akan dihukum dengan pengurangan anggaran bahkan sampai menghilangkan anggaran.
Dalam hal ini terlihat Jokowi sangat otoriter dan menerapkan tangan besi melalui penghukuman melalui anggaran. Siapakah yang dirugikan dalam tindakan pengutangan Anggaran ini? Jawabannya adalah RAKYAT di daerah.
Dalam hal ini terlihat Jokowi sangat otoriter dan menerapkan tangan besi melalui penghukuman melalui anggaran. Siapakah yang dirugikan dalam tindakan pengutangan Anggaran ini? Jawabannya adalah RAKYAT di daerah.
Ingatlah bahwa sebagian rakyat hidup di daerah bukan di pusat. Jika anggaran daerah dipotong atau dihapuskan akibat elit politiknya yang tidak patuh ke pusat, maka pembangunan di daerah akan terhambat dan kesejahteraan masyarakat jadi terancam. Jadi di sini Jokowi TIDAK PRO RAKYAT dan cenderung mengorbankan rakyat untuk melanggengkan kekuasaanya mengendalikan daerah.
Kesimpulan: JOKOWI OTORITER DAN TIDAK PRO RAKYAT.
Selama ini hanya lips service dan pencitraan saja.
Sumber: Debat Capres 2014.


