
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pesawat BAe 146-200 dengan nomor lambung PK-JKW menjadi transportasi pilihan calon wakil presiden Jusuf Kalla setiap kampanye ke daerah. Nusantara Air Charter (NAC) dipercaya JK untuk mengurus garasi, perawatan, crew, sampai operasionalnya.
JK tak ada pilihan lain kecuali menggunakan pesawat pribadinya agar bisa kampanye antardaerah dengan cepat dan efesien. Misalnya saja ketika harus terbang ke Pekanbaru, Riau dari Padang, Sumatera Barat, pesawat pribadinya cukup membantu. Mengingat tak ada penerbangan rutin tujuan Padang-Pekanbaru.
Pesawat yang sama pernah JK gunakan dalam kampanye pada Pemilu Presiden 2009. Kala itu JK maju sebagai capres dan Wiranto cawapresnya. Suami Mufidah Jusuf Kalla ini mengaku membeli pesawat ini menjelang Pemilu Presiden 2009, karena harus menyambangi pendukungnya.
Dalam obrolan santai bersama wartawan selama penerbangan Pekanbaru-Bandung, kakek 11 cucu itu mengaku biaya operasional terbang pesawatnya perjam mencapai 6000 dollar Amerika atau lebih dari Rp 70 juta. Jika pesawat hanya diparkir semalam tetap ada ongkosnya, setara satu jam biaya terbang.
Salah satu pemilik Kalla Group itu mengaku biaya sebanyak itu tidak lah mahal. "Murah, dan tidak ada cara lain. Kalau pakai pesawat reguler mana bisa sampai (tujuan, red). Kalau (penumpangnya, red) lima puluh orang ya murah. Kalau cuma dua orang ya mahal," terang JK.
Dalam beberapa kesempatan Tribun mengikuti kampanye ke daerah, setidaknya ada 60 orang ikut dalam pesawat pribadi JK. Mulai dari staf, dokter pribadi, kolega politik, Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres), anggota Gegana Brimob Mabes Polri yang ditugaskan mengamankan peserta pemilu presiden (pilpres), hingga puluhan wartawan.
Pesawat buatan British Aerospace pada 1996 itu harganya bisa mencapai 11 Juta dollar Amerika. Rencanannya pesawat itu akan terus digunakan pendamping calon presiden Joko Widodo untuk menyapa para pendukugnya di pelosok Indonesia selama masa kampanye
SUMBER
Sayang amat kalau Duit Hasilngemis susah payah di habisin dalam 1 jam hingga 70 jt, kasihan masyarakat di tipu dan di bodohi






