Capres kubu PDIP Joko Widodo (jokowi) mengeluhkan bahaya kampanye hitam yang akhir-akhir ini marak mendera pihaknya. Pengakuan itu ia ungkapkan usai mendatangi Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), Sabtu kemarin, usai dua kali mangkir dari panggilan lembaga tersebut. Gubernur non aktif DKI tersebut diperiksa atas dugaan pencurian start kampanye
Seperti diketahui, dalam rapat pleno KPU yang berlangsung Minggu (1/6) kemarin, Jokowi kepergok mengajak para simpatisannya untuk memilih dirinya dan Jusuf Kalla.
"Pilihlah nomor 2," jelasnya saat mengambil nomor urut pengundian. Pemanggilan tersebut dilakukan lantaran seruan mantan Wali Kota Solo itu memiliki indikasi pelanggaran pemilu.
Seperti diketahui, dalam rapat pleno KPU yang berlangsung Minggu (1/6) kemarin, Jokowi kepergok mengajak para simpatisannya untuk memilih dirinya dan Jusuf Kalla.
"Pilihlah nomor 2," jelasnya saat mengambil nomor urut pengundian. Pemanggilan tersebut dilakukan lantaran seruan mantan Wali Kota Solo itu memiliki indikasi pelanggaran pemilu.
Usai diperiksa Bawaslu, Jokowi meminta agar lembaga pengawas pemilu tersebut mengusut kampanye-kampanye hitam (black campaign, red).
"Kampanye-kampanye hitam itu betul-betul meresahkan masyarakat," bebernya di Gedung Bawaslu.
Pasca mendatangi Bawaslu, Jokowi kembali blusukan ke Pasar Bogor dam mengunjungi Masjid Noer Alatas Empang, Jl. Lolongok, Bogor Selatan. Kedatangan Jokowi langsung disambut para habib yang bermukim di kawasan tersebut.
Sumber


waoow...


