![[imagetag]](http://statik.tempo.co/data/2011/02/27/id_66263/66263_620.jpg)
Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa mengatakan, mal bukan satu-satunya biang kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta. "Kuburan juga buat macet kok, enggak cuma mal saja, kenapa enggak diprotes?" ujarnya sambil tertawa di acara Musyawarah Daerah APPBI di Emporium Mal Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis, 5 Desember 2013.
Handaka mengatakan, mal memiliki nilai positif dalam banyak hal. Salah satunya, membantu penyerapan tenaga kerja sehingga angka pengangguran bisa terus ditekan. Satu mal, kata Handoko, bisa menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja.
Hal positif lain, menurut CEO Senayan City ini, mal di dalam negeri juga bisa mencegah orang berbelanja ke luar negeri. "Uniqlo di Gandaria City misalnya, orang enggak perlu ke luar negeri untuk bisa belanja di sana."
Handaka menambahkan, pihak APBBI akan terus mengupayakan perbaikan mal-mal dan pusat belanja lain agar bisa memberikan pelayanan terbaik. Masalah parkir, fasilitas bagi difabel, dan rokok, kata dia, menjadi perhatian untuk saat ini.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengecam keberadaan sejumlah mal yang menurut dia menjadi biang macet. Salah satu nama yang disebut Ahok adalah Plaza Semanggi di Bendungan Hilir, Jakarta Selatan.
Ahok beranggapan, minimnya jalan alternatif keluar-masuk Plaza Semanggi membuat jalan Gatot Subroto macet tiap hari. Ia pun mengancam akan mencabut izin Plaza Semanggi jika pengelola mal itu tak mengambil tindakan.
SUMBER
AYo Ko AHok .... Harus berani tindak Mall penyebab macet jalanan ...
yang protes dihajar aja


