SITUS BERITA TERBARU

Kulit Orang Indonesia Tak Cocok Dipermak Ala Korea Style

Tuesday, December 31, 2013
Quote:
TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini penampilan dengan Korea Style banyak ditiru. Mulai baju, penampilan rambut hingga wajah.

Gaya yang mungkin masih menjadi tren di 2014 ini menampilkan kulit putih dan wajah tirus. Keinginan memiliki kulit putih mengakibatkan masyarakat menggunakan segala teknik dan obat apapun, selama harganya masih dalam jangkauan.

Padahal, menurut Irene Sakura Rini, gaya ini tidak cocok untuk diterapkan di negeri ini. Kulit coklat lebih cocok bagi orang Indonesia yang hidup di negara beriklim tropis. Coklat merupakan hasil dari pigmen melanin yang mewarnai kulit.

"Zat ini juga berfungsi sebagai pelindung kulit terhadap sinar ultraviolet yang bisa menyebabkan kanker," ucap Irene sseperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas Health.

Demi kesempurnaan, pria dan wanita tak segan melakukan prosedur bedah kecantikan, juga tindakan nonbedah seperti suntik botoks. Tahun berganti, berbagai prosedur kecantikan semakin canggih termasuk metode yang dibawa dari luar negeri. Berbagai metode canggih ini tetap perlu diwaspadai.

Banyaknya metode memang menyediakan pilihan. Namun dengan minimnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat, berbagai metode tersebut bisa jadi bumerang yang merugikan. Akibatnya harapan tampil sempurna hanya tinggal mimpi.

"Metode tersebut belum tentu cocok bagi tiap orang. Tanpa pengetahuan yang cukup, masyarakat bisa saja melakukan blunder. Makin banyak metode kecantikan semakin besar kemungkinan melakukan blunder," kata Irene.

Menghadapi kondisi ini, Irene berharap masyarakat lebih waspada dan berkonsultasi terlebih dulu sebelum melakukan prosedur kecantikan. Masyarakat juga tidak perlu tergiur harga murah dan hasil instan yang belum tentu diperoleh. Bila merasa prosedur yang benar terlalu mahal, maka jangan ragu untuk menundanya.

Hal ini harus dilakukan, mengingat Indonesia merupakan pasar kecantikan yang potensial. Apalagi orang Indonesia terkenal senang dan berani tampil. Bila melihat ada yang lebih baik, sebagian orang Indonesia tanpa ragu akan mengikuti tanpa mempertimbangkan kesesuaian dan keamanan prosedur kecantikan yang dilakukan.

"Prioritaskan sehat sebelum cantik. Untuk apa cantik tapi tidak sehat ? Bila prosedur yang benar dirasa sangat mahal maka di-cancel saja dulu dan diganti yang lebih bermanfaat untuk kesehatan," kata Irene yang juga Sekretaris Jendral Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetik Indonesia (PERAPI).

Sumber: tribunnews.com/lifestyle/2013/12/30/kulit-orang-indonesia-tak-cocok-dipermak-ala-korea-style
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive