![[imagetag]](http://statik.tempo.co/data/2011/04/16/id_72133/72133_620.jpg)
"Salah satu bidang yang menarik minat pengusaha Inggris adalah bidang infrastruktur, selain tentu menjalin kerjasama di bidang pendidikan melalui British Council," kata Rebecca saat bertemu Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di Medan, Selasa 3 Desember 2013.
Gubernur Gatot menyambut baik penegasan itu. Dia langsung menawarkan berbagai peluang investasi di Sumatera Utara terutama di bidang infrastruktur seperti sejumlah proyek nasional yang masuk dalam Masterplan Percepatan Perluasan Pengembangan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Sumut sedang mengembangkan sistim trasportasi yang terhubung dari Bandara Kualanamu di Deli Serdang ke Pelabuhan Laut Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara serta Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun," ujar panjang lebar.
Selain proyek MP3EI, Gatot juga membuka peluang Inggris menggarap potensi perkebunan. Menurutnya, ke depan, Sumatera Utara akan fokus pada pengembangan hilirisasi industri perkebunan seperti karet dan crude palm oil.
Selama ini, kata Gatot lagi, hubungan antara Inggris dan Sumatera Utara cukup kental. Buktinya adalah keberadaan perusahaan perkebunan PT London Sumatera (Lonsum) yang sampai saat ini masih berjalan.
Agar kerjasama lebih baik, Gatot minta Inggris membuka kantor konsulat Inggris di Sumut. "Akan lebih baik apabila ada konsulat di sini," kata Gatot.
SUMBER


