![[imagetag]](http://statik.tempo.co/data/2013/09/05/id_216826/216826_620.jpg)
Konfirmasi isu pencopotan Chang Song-thaek disampaikan pemerintahan Jong-Un dalam rilis berita kantor berita pemerintah, KNCA, Senin 9 Desember 2013. Informasi di lingkaran dalam pemerintah itu, pertama kali disebarkan oleh intelijen Korea Selatan, sang tetangga yang menjadi seteru Korea Utara.
Pencopotan Chang idilakukan tak lama setelah dua anak buahnya dihukum karena diduga melakukan tindakan korupsi. Hal itu dilakukan saat ia sedang membicarakan kerjasama ekonomi dengan Cina yang menjadi sekutu Korea Utara. Keputusan penting itu diambil setelah PM Kim Jong-Un menggelar pertemuan tertutup dengan para petinggi Politbiro di Partai Pekerja Korea, partai berkuasa di negerinya.
�Tuan Chang melakukan aksi untuk menggerogoti kesatuan dan keutuhan partai,� demikian pernyataan resmi seperti dikutip KNCA. Menantu pendiri Korea Utara Kim Il-sung itu juga dianggap bermuka dua, berupaya memimpin partai tapi juga terlibat dalam faksi anti partai tersebut.
Atas pertimbangan itu, Chang akhirnya secara resmi diberhentikan dari posisi sebagai wakil ketua komisi dan dikeluarkan dari keanggotaan partai. Keputusan itu dianggap sebagai keputusan terbesar yang diambil oleh Jong-un sejak memimpin negeri komunis tersebut.
Bagi Chang, pemberhentian ini merupakan hukuman kedua yang dia terima dari pemerintah Korut. Sebelumnya, dia juga pernah dihukum dan harus �dididik ulang�. Dia dikenakan tahanan rumah itu pada 2004 dan dicopot dari seluruh jabatan yang dia pegang. Namun, dua tahun kemudian jabatannya kembali dipulihkan oleh PM Kim Jong-il.
SUMBER


