Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Ongkos Nyaleg Mahal, Penyebab Wakil Rakyat Korup

Friday, December 6, 2013
Ongkos Nyaleg Mahal, Penyebab Wakil Rakyat Korup


[imagetag]


Sumbangsih investor dalam proses kampanye calon anggota legislatif (caleg) karena mahalnya ongkos politik ternyata menjadi salah satu pemicu terjadinya praktek korupsi para anggota DPR.

Menurut pengamat politik dari Pusat Kajian Antikorupsi Fakultas Hukum (Pukat) Universitas Gajah Mada (UGM), Oce Madril, memang pemberian sumbangan investor untuk dana kampanye caleg yang cukup besar itu tidak gratis, karena harus ada harga yang dibayar ketika mereka terpilih.

"Boleh jadi ketika mereka menjadi Caleg, dia pasti akan mengembalikan itu dengan cara korupsi," kata Oce kepada Okezone, Kami (5/12/2013).

Misalnya, ketika caleg tersebut mengeluarkan dana kampanye mencapai Rp20 miliar dan didanai oleh investor, tentu ada target yang dihitung dari caleg tersebut ketika terpilih untuk mengembalikan uang yang digunakannya ketika kampanye.

Dijelaskan Oce, bila tidak dalam bentuk tunai maka dikembalikan dalam praktik lainnya. Seperti upaya pemenangan proyek pemerintah terhadap perusahaan si investor atau lainnya.

"Dia pasti akan mengembalikan itu dengan cara koruptis. Misal membantu untuk yang bersangkutan agar mendapatkan proyek pemerintah. (balas budi) itu akan menimbulkan praktek koruptif, karena modalnya cukup besar. Apalagi kalau nyumbang sudah mencapai ratusan juta atau mungkin 1 miliar itu sudah kategori mengharapkan (imbalan)," tandasnya.


SUMBER





Wow, Ongkos Nyaleg Tembus Rp2 Miliar


[imagetag]


Untuk menjadi anggota legislatif tak dapat dipungkiri memang membutuhkan modal yang besar. Pasalnya, banyak calon anggota legislatif (caleg) yang berani mengeluarkan kocek sampai bermiliaran agar bisa duduk di kursi parlemen.

Seperti diungkapkan Sekjen Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Yenny Sucipto, pengalaman dari caleg yang diperolehnya, mereka mengeluarkan modal yang bervariasi untuk kampanye dan rata-rata terbilang besar.

"Itu antara Rp500 juta, Rp1 miliar, bahkan ada yang sampai Rp2 miliar lebih, " kata Yenny, kepada Okezone, Kamis (5/12/2013).

Dia menuturkan, para caleg itu membutuhkan modal yang besar karena membutuhkan biaya operasional untuk pemenangannya. Mulai dari biaya sosialisasi, dan mobilisasi dicabang, hingga ke kelompok-kelompok bawah yang mendukungnya.

Jelang Pemilu Legislatif (Pileg) 2014, kata Yenny, tentunya para Caleg sudah menyiapkan dana dengan nominal tertentu untuk bisa menjadi anggota dewan. Kendati, memang masih ada caleg yang memang tidak mengeluarkan banyak dana untuk bisa sampai ke parlemen.

"Tapi masih ada juga yang tidak pakai modal, karena itu modal untuk menjadi Caleg itu bervariatif," tandasnya.

Lebih jauh, Yenny menambahkan, persoalan besar atau tidaknya dana kampanye itu tidak menjadi persoalan selama dapat dipertanggungjawabkan.


SUMBER





Wah .... ntar kalo sdh jadi pikirannya cuma harus balik modal secepatnya dan sebanyak-banyaknya ....

atau mungkin juga bayar cicilan kredit nyaleg juga yaaa [imagetag] [imagetag] [imagetag]
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive