Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Mahasiswa ITS Ciptakan Sepeda Motor Gas dan Listrik

Friday, December 13, 2013

[imagetag]
Mahasiswa ITS menciptakan sepeda motor ramah lingkungan berbahan bakar gas dan listrik. Karya mahasiswa ITS ini berhasil dibuat setelah sebelumnya mereka juga berhasil membuat purwa rupa mobil irit energi Nagageni.

Hendro Nurhadi Dipl Ing PhD pembimbing mahasiswa D3 Teknik Mesin ITS , mengatakanan pembuatan dua jenis sepeda motor tersebut telah dimulai sejak 2012 lalu. Ide tersebut muncul lantaran beberapa negara maju di dunia tengah gencar memproduksi sepeda motor berbahan bakar gas dan listik.

�Sayangnya, di Indonesia masih belum ada yang berani membuat jenis sepeda motor serupa,� terang Hendro

Sehingga, dia dan beberapa mahasiswanya tertantang untuk mengeksplorasi kemampuan mereka dalam membuat sepeda motor berbahan bakar listrik dan gas.

Selama setahun, dua sepeda motor baru pun lahir. Pertama, sepeda motor berbahan bakar gas yang bernama Wisanggeni dan yang kedua ialah sepeda motor berbahan bakar listrik berjuluk Rajageni.

Hendro menjelaskan, Wisanggeni memiliki beberapa keunggulan diantaranya hemat bahan bakar dan ramah lingkungan.

Motor ini mampu menempuh jarak 70 kilometer per jam hanya dengan satu kilogram bahan bakar gas saja. Selain itu juga tidak mengeluarkan emisi gas buang berupa gas CO

"Tak hanya itu, Wisanggeni juga mempunyai kelebihan lebih ekonomis. Sebab, gas LPG ukuran tiga kilogram pun bisa digunakan sebagai bahan bakar," ujar dia.

Tabung gas tersebut dapat diletakan di bawah tempat duduk pengemudi. Sebagai pengaman, pada tabung gas juga dilengkapi alat regulator serta sensor gas.

�Dengan adanya pengamanan tersebut, Wisanggeni dapat diproduksi sebagai sepeda motor asli buatan Indonesia� tutur Hendro.

Sementara untuk desainnya, Wisanggeni memiliki tampilan yang cukup menarik. Hendro dan timnya mengadopsi beberapa bentuk motor laki-laki lalu mengkombinasikannya dengan warna merah dan putih. Hendro mengaku, desain tersebut merupakan karya timnya sendiri mengikuti selera pasar.

Sedangkan untuk Rajageni, desainnya lebih modern layaknya motor matik. Dengan bahan bakar listrik, Rajageni pun mampu berjalan dengan kecepatan maksimal 75 kilometer per jam.

�Dengan adanya kendaraan yang menggunakan energi alternatif, ketergantungan akan bahan bakar minyak bisa semakin berkurang,� tambah dia.

Meski begitu, Hendro menegaskan bahwa masih perlu adanya pengembangan dari kedua prototipe tersebut, salah satunya dari aspek mesin motor. Untuk saat ini, mesin yang digunakan masih memanfaatkan yang ada di pasaran. Namun, untuk ke depannya akan diusahakan membuat sendiri.

Hendro berharap, kedua prototipe tersebut dapat diproduksi secara masal. Menurutnya, hal itu tidak akan sulit jika ada kerja sama antara pihak industri, akademisi dan pemerintah.

�Rencananya, bila bisa diproduksi massal kami akan sesuaikan dengan harga rata-rata di pasaran, namun dengan kualitas yang lebih baik,� pungkas dia



gas lpg 3kg?? wow klo aman bole juga nihhh

sumber

Mampir Ke Sini Juga Gan [imagetag]
Sensasi Menginap Di Luar Angkasa
Foto-Foto ini akan menghangatkan hati Agan
Balita 3 Tahun Berjalan 1,5 Km Sendirian Untuk Selamatkan Ibunya
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive