PRABUMULIH, BeritAnda - Setelah jajaran Polsek Prabumulih Barat berhasil mengamankan 3 (tiga) unit sepeda motor yang diduga ketiga motor tersebut milik pelaku pelemparan iring-iringan kendaraan Bupati Muara Enim hingga mengakibatkan mobil Hardtop pecah kaca bagian samping kanan. Kini Polsek Prabumulih Barat terus berupaya untuk meringkus pelakunya.
Ketiga pelaku tersebut yakni Mat Yadi (45), Angga Kristian (26) merupakan ayah dan anak yang tinggal di jalan jendral sudirman Rt03 Rw04 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat, serta satu orang lagi menantu dari Mat Yadi, yakni Feri (28) warga jalan jendral sudirman Rt02 Rw04 Patih Galung Prabumulih Barat.
Namun sayang, hingga saat ini polisi belum dapat menggiring ketiganya. Pasalnya, diketahui ketiga pelaku tersebut telah kabur melarikan diri.
"Kita sudah berhasil mengumpulkan identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan terhadap iring-iringan mobil Bupati Muara Enim. Kita juga telah menghubungi RT setempat untuk mengarahkan warga tersebut agar menghadap ke Polres Prabumulih atau Polsek Barat," terang Kapolres Prabumulih AKBP Denny Yono Putro SIk, melalui Kapolsek Iptu Aldino SE, didampingi Kanit Reskrim Aiptu Hendra Wijaya, Jumat (6/12/2013).
Menurut Hendra, ketika pihaknya melakukan koordinasi dengan RT setempat, diduga ketiga pelaku pelemparan tersebut telah melarikan diri lantaran mereka (pelaku -red) sudah tidak ada lagi di rumahnya masing-masing,
"Keluarga mereka mengaku tidak mengetahui keberadaannya. Tapi kita mengupayakan memberikan peringatan pada mereka agar segera menyerahkan diri ke polisi," ujarnya seraya mengatakan sampai sejauh ini pihaknya belum mengetahui motif dari pelemparan batu mobil iring-iringan Bupati Muara Enim.
Diketahui sebelumnya, aksi pelemparan batu yang dilakukan orang tidak dikenal (OTD) terhadap iring-iringan mobil Bupati Muara Enim H Muzakir Saisohar semakin jelas. Bahkan polisi sudah memanggil salah satu oknum dari empat pelaku pelemparan batu itu. Hal ini diungkapkan Kapolres Prabumulih AKBP Denny YP SIk melalui Kapolsek Prabumulih Barat Iptu Aldino didampingi Aiptu Hendra Jaya, Senin (2/12/2013).
Menurut dia, pihaknya sudah mengetahui salah satu pemilik motor pelaku pelemparan batu terhadap iring-iringan mobil Bupati Muara Enim. "
Dari ketiga motor itu, salah satu pemilik Honda Revo bernama Hermansyah warga Tugu Nanas Rt02 Rw04 Kelurahan Patih Galung Kecamatan Prabumulih Barat," ujarnya.
Bahkan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap oknum pelaku itu. "Kita sudah koordinasi dengan pihak rukun tetangga (RT) agar pemilik motor itu menghadap ke Polsek Prabumulih Barat hari ini. Namun sampai saat ini pemilik motor belum ke Polsek Barat," pungkas Aldino sambil mengatakan korban sampai saat ini belum melapor secara resmi ke Polsek Prabumulih Barat.
Untuk itu ia meminta agar pemilik motor itu segera ke kantor Polsek Prabumulih. "Sebelum kami mengambil tindakan tegas. Kami harap kesadarannya saja. Intinya tetap kita proses kasus tersebut," tegasnya. (dino)
Apakah pelaku dendam karena ini?
TRIBUNNEWSCOM, MUARAENIM - Bupati Muaraenim Ir H Muzakir Sai Sohar kecewa dengan kinerja beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Muaraenim yang tidak hadir dalam rapat kerja (Rakor). Bahkan ia tidak segan-segan melakukan mutasi kepada pejabat tersebut.
Hal tersebut ditegaskannya disela-sela rakor dinas/instansi se- Kabupaten Muaraenim di Kecamatan Semendo Darat Laut (SDL), Muaraenim, Senin (8/7/2013).
Dari informasi, rakor yang dipusatkan di Semendo tersebut yang seharusnya wajib dihadiri Kepala Dinas (Kadin), Kepala Badan (Kaban), Kepala Kantor, hingga kepala bagian (Kabag) ini, ternyata masih ada beberapa pejabat yang tidak hadir. Bahkan saking kesalnya Bupati Muaraenim ini sempat menegaskan akan melakukan mutasi terhadap pejabat tersebut.
Penegasan itu diulangi kembali oleh bupati ketika memimpin rapat Rencana Pembangunan Jangka Menangah (RPJM) di ruang rapat Pemkab Muaraenim, Selasa (9/7/2013) kemarin.
"Bagi pejabat yang tidak hadir pada rakor ini, jangan kecewa siap-siap dimutasi," tukas Muzakir disela-sela RPJM.
Menurut Bupati Muaraenim Muzakir Sai Sohar, Rakor tingkat Kabupaten Muaraenim adalah pelaksanaan triwulan II tahun 2013 yang sengaja dilaksanakan pada zona V (SDL, SDT, SDU, Tanjung Agung dan Lawang Kidul).
Tujuan dilaksanakannya rakor ini adalah meningkatkan tali silatuhrahmi antar pejabat Pemkab Muaraenim dengan para apartur kecamatan, desa/kelurahan, dan tokoh masyarakat. Selain itu membangun sinergi antar lembaga dan perangkat daerah untuk menjalankan program pemerintah dan juga mengindentifikasi permasalahan-permasalahan bidang pemerintahan, pembangunan, administrasi, dan kemasyarakatan.
Selain itu rakor ini, untuk membahas permasalahan yang ada di lingkungan Pemkab untuk dicarikan solusi yang terbaik. Sehingga pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Muaraenim bisa berjalan dengan baik.
Sementara itu Wakil Bupati H Nurul Aman SH saat menutup rakor mengungkapkan, hasil pembahasan rakor untuk bisa ditindaklanjuti. Jangan menganggap rakor ini hanya bertujuan untuk menjalan program semata, tetapi untuk bertukar pikiran, menerima masukan maupun memecahkan suatu persoalan yang dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Muaraenim.
"Kepada seluruh pejabat, untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, yang merupakan wujud pelayanan kepada masyarakat," tegas Nurul Aman.
Atau pelaku kesal karena kasus ini mandek?
By: Jeri Update: 11 June 2013
Di duga keluarkan izin fiktif, Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar di laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta. Puluhan orang yang mengatasnamakan Gerakan Generasi Muda Sriwijaya (GEMASS), demo di depan gedung KPK pada hari senin (09-01-2013). Menurut koordinator aksi demo, Usman Fitriansyah SH, mereka melakukan demo terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian izin eksplorasi pertambangan di Kabupaten Muara Enim.
Ditambahkan oleh Usman Fitriansyah SH, Sekitar 13 Izin eksplorasi yang di keluarkan oleh Bupati Muara Enim telah merugikan negara 100 miliar. Bahkan rencananya akan mengeluarkan 7 izin fiktif lagi (sumber). Kami juga telah melaporkan dugaan penyalahgunaan wewenang ini ke Indonesian Corruption Watch (ICW) serta ke Kementrian Sekretariat Negara. Untuk itu, kami mengharap KPK segera mengusut tuntas kasus ini.
Berdasarkan data yang mereka miliki, perusahaan yang telah diberikan izin dari tahun 2009 tidak pernah membayar kewajibaan pajak dan iuran tetap senilai $2 /hektare setiap tahunnya, serta iuran ekplorasi senilai $5 dolar /hektare. Total area dari 13 perusahaan yang telah di berikan izin eksplorasi adalah seluas 90.600 Ha.
Usman menambahkan �Perusahaan-perusahaan tersebut tidak terdaftar di bagian hukum Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Jelas ini sangat kuat adanya indikasi suap atau gratifikasi, jumlahnya bisa puluhan miliar. Dari data yang kami miliki, ternyata sebagian besar perusahaan pemilik Izin Ekplorasi dan Izin Produksi adalah Broker, yang akan menjual kembali kepada pihak lain. Hal ini jelas sangat merugikan masyarakat Muara Enim khususnya para pemilik tanah. Kami selama ini telah memperjuangkan Izin Tambang Rakyat dan Pola Kemitraan sudah hampir 4 tahun, sampai sekarang tidak ada tanggapan. Dari laporan kami tadi, KPK akan segera melakukan rapat pimpinan untuk selanjutnya memproses kasus dugaan Korupsi dan gratifikasi tersebut. Tanda terima ada bukti lapor juga ada dan kami juga sudah menemui ICW dan LPSK�. (sumber)
Sementara itu, Sekretaris Daerah Muara Enim, H Taufik Rahman SH mengatakan, tidak pernah mengetahui ada surat izin fiktif. Izin yang di berikan kepada perusahaan-perusahaan pertambangan yang berada di wilayah Kabupaten Muara Enim di keluarkan sudah melalui prosedur resmi.
Black Campaign.
Ketua pemenangan dan tim sukses Ir Muzakir Sai Sohar dan H Nurul Aman, Edi Suprianto, menganggap masalah pengaduan ke KPK atas dugaan penyalahgunaan wewenang ini adalah hal yang biasa, apalagi dalam situasi politik sekarang, menjelang pilkada di Muara Enim. �Kita menduga apa yang disangkakan terhadap Bupati Muzakir Sai Sohar merupakan bentuk kampanye hitam (Black Campaign). Ini sudah biasa dalam menjelang Pilkada, yakinlah masyarakat sudah pintar dan rasional�. (sumber)
Yang jelat Tittit mgengacungi jempol buat keberanian pelaku, nggak kayak pengamat yang cuman koar-koar dimedia.


