Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Dokter Ambil Spesialis Khusus Mata Keranjang

Monday, December 9, 2013

[imagetag]
elus terasi

DOKTER ambil spesialis mata, itu biasa. Tapi dr Anang, 33, dari Yogyakarta, justru ambil pula spesialis mata keranjang. Bagaimana tidak? Sudah punya istri masih menelateni perawat yang jadi anak buahnya. Akibatnya, keduanya digerebek sedang indehoi di hotel daerah Sleman.

Dokter umum di kota besar sudah terlalu umum, sehingga dokter jika ingin banyak pasien harus menjadi spesialis. Spesialis apa sajalah, dari spesialis kandungan, spesialis mata, penyakit dalam (internis), THT (Telinga Hidung Tenggorokan), sampai spesialias kulit dan penyakit kelamin.

Dokter Anang yang dinas di sebuah RS Yogyakarta, juga mengambil spesialis. Tapi di samping menekuni ilmu kedokteran khusus tersebut, dia ternyata juga termasuk spesialis mata keranjang. Bayangkan, sudah punya istri yang cukup cantik, eh�.masih menelateni juga perawat Mita, 33, yang jadi anak buahnya. Padahal seperti dirinya, perawat itu juga sudah punya keluarga, yang di situ ada suami dan anak.

Ironisnya, perawat itu hanya mangga kersa (menyilakan) saja. Kenapa demikian? Sebab dia sendiri sebetulnya juga dalam kondisi kesepian yang luar biasa. Maklumlah, punya suami bekerja di pelayaran, sehingga berbulan-bulan selalu di atas kapal. Walhasil dia baru bisa ketemu suami beberapa bulan sekali. Itu pun paling-paling hanya dua minggu, setelah itu suami sudah kembali ke laut sebagai ABK (anak buah kapal).

Kondisi itulah yang membuat Mita terpaksa bertekuk lutut dan berbuka pada pada dokter Anang. Makanya bila urusan pasien sudah mulai senggang, diam-diam Mita menjadi �pasien� khusus pak dokter. Di sebuah hotel, tanpa periksa tubuh pakai steteskop segala, langsung saja Minta �diinjeksi� pak dokter. Anehnya, yang disuntik tak merasa sakit, justru merem melek, matanya terbalik tinggal putihnya doang.

Sejak menjadi perawat dwifungsi, Mita jadi dingin pada Heru, 40, suami sendiri. Ketika suami pulang, hanya dilayani seperlunya saja. Ibarat menyanyi, tak lagi pakai ambil suara sol sol sol fa mi re do�.lagi, langsung saja ngejeplak, tentu saja jadi fals dan hambar. Rupanya sang pelaut itu menyadari sikap istrinya, sehingga dia pun mulai curiga. �Jangan-jangan terlalu lama saya tinggal, dia punya PIL,� batin Heru.

Kecurigaan itu ternyata benar, sebab sekali waktu dia berhasil mendapatkan SMS mesra pada HP istrinya. Dia tak menegurnya, kecuali diam-diam pasang GPS (Global Posisioning Sistym) pada sepeda motor istrinya. Heru berharap, dengan cara demikian dengan mudah dia bisa melacak istrinya jika memang berbuat hil-hil yang mustahal.

Beberapa hari lalu Heru kembali mendarat dan menemui istrinya di Yogya. Tapi sudah di luar jam kerja ternyata istri tak di rumah. Rasa curiga kembali hadir. Dicek lewat GPS miliknya, ternyata istrinya sedang berada di hotel daerah Seturan, Depok, Sleman. Dengan kalimat �hotel� sudah bisa dibayangkan, apa yang terjadi di sana. Heru segera mengontak polisi, untuk menggerebek pasangan mesum itu.

Ternyata benar, Mita memang ada di sana, bersama dr Anang atasannya. Kamar yang dipakai keduanya segera diketuk, tapi yang keluar hanya Anang, sedang si Mita sibuk di dalam membenahi pakaiannya yang awut-awutan. Dengan fakta itu, Heru cukup ada alasan mempolisikan si dokter yang berani membawa-bawa istri orang ke hotel.

Mita sudah �disuntik� sampai berapa ampul, tuh? (HJ/Gunarso TS)

Sumber : http://m.poskotanews.com/2013/11/26/dokter-ambil-spesialis-khusus-mata-keranjang/

Ada ada saja spesialis mata keranjang
[imagetag]
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive