Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Fadil Imran dilaporkan seorang anak buahnya berpangkat brigadir ke Polda Metro Jaya. Fadil dilaporkan atas dugaan atas dugaan penganiayaan. Bagaimana penjelasan Polda Metro Jaya soal itu?
"Yang jelas itu awalnya adalah Kapolres akan membentuk tim anti bandit atau anti preman seperti yang sudah dibentuk di Polres, dikumpulkan buser-buser 300 personel di Resort Jakbar, pengarahan oleh Kapolres," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Selasa (3/12/2013).
Nah, dalam proses pengarahan itu, kemudian Fadil melihat ada anak buahnya yang banyak menunduk. Fadil kemudian mengambil tindakan.
"Entah main HP, entah karena ngantuk atau bagaimana. Sehingga itu jadi kemarahan Kapolres, kemudian ditegor, dan lain-lain sampai terjadi kontak fisik. Dalam perkembangannya ditangani Propam Polda Metro," jelas Rikwanto.
"Yang jelas itu awalnya adalah Kapolres akan membentuk tim anti bandit atau anti preman seperti yang sudah dibentuk di Polres, dikumpulkan buser-buser 300 personel di Resort Jakbar, pengarahan oleh Kapolres," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Jakarta, Selasa (3/12/2013).
Nah, dalam proses pengarahan itu, kemudian Fadil melihat ada anak buahnya yang banyak menunduk. Fadil kemudian mengambil tindakan.
"Entah main HP, entah karena ngantuk atau bagaimana. Sehingga itu jadi kemarahan Kapolres, kemudian ditegor, dan lain-lain sampai terjadi kontak fisik. Dalam perkembangannya ditangani Propam Polda Metro," jelas Rikwanto.
Brigadir itu diketahui melakukan pelaporan ke Polda Metro dia mengaku ditendang sampai muntah. Pihak Polda Metro yang menerima laporan langsung melakukan penindakan.
"Tadi malam sudah dilakukan pertemuan Kapolres dan anggota tersebut dan sudah ada titik temu, untuk tidak meneruskan kembali. Nanti arahnya ke situ. Tapi pemeriksaan Propam tetap dilakukan," jelas Rikwanto.
Rikwanto juga belum bisa memastikan apakah kasus itu akan berimbas pada dugaan pelanggaran kode etik. "Nanti digali alasan-alasannya. Kalau kekerasan fisik sudah tidak boleh lagi dalam membina personel. Kekerasan fisik dalam arti kontak fisik. Kalau pembinaan fisik seperti suruh push up, lari sama-sama itu boleh dilakukan," pesan Rikwanto.
Sumber :
http://m.detik..com/news/read/2013/12/03/182157/2431545/10/ada-dugaan-kapolres-jakbar-aniaya-anak-buah-ini-penjelasan-polda-metro
Baru dibina atasan dah tumbang, gimana kalo dibina sama preman


