![[imagetag]](http://www.asatunews.com/foto_berita/59jokowi.jpg)
Lelang jabatan Kepala Sekolah di wilayah DKI Jakarta terancam dibatalkan, menyusul laporan temuan Persatuan Guru Seluruh Indonesia dan dua lembaga forum guru lainnya terkait kecurangan dalam proses test 180 kepala sekolah peserta lelang.
Dugaan kecurangan ini sudah dilaporkan ke Gubernur Jokowi dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.
"Ya sudah dapat laporan. Nanti akan saya cek di lapangan," kata Jokowi, di Balai Kota Senin (16/12), yang menolak berkomentar sebelum turun ke lapangan untuk melihat sendiri kebenarannya.
Menurut Jokowi, setelah mengetahui kondisi di lapangan, dia baru akan memutuskan untuk membatalkan atau tindakan lainnya.
Berbeda dengan yang diungkapkan Wakil Gubernur Ahok, yang akan menindak Kepala Dinas Pendidikan, jika terbukti ada permainan dalam proses lelang jabatan Kepala Sekolah saat ini.
"Ya kita selidiki dan minta klarifikasi dari BKD dulu, sanksi nya nanti Kadis kita copot," kata Ahok yang meminta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) selaku penyelenggara lelang jabatan untuk segera menjelaskan perihal proses yang sudah dilakukan sampai sejauh ini.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, membantah tudingan sebagaimana yang dilaporkan ketiga forum guru tersebut terkait adanya bocoran soal tes dalam kegiatan di kantor Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) beberapa waktu lalu.
"Para peserta lelang berkumpul di sana untuk belajar bersama, mengingat program lelang ini adalah yang pertama kalinya. Jadi inisiatif para peserta sendiri yang merasa cemas dan tertekan sehingga membuat kegiatan belajar secara bersama-sama," kata Taufik yang dihubungi wartawan, Senin (16/12).
Menurut Taufik, tidak ada bocoran soal dalam test lelang ini. Hal tersebut, lanjutnya, terlihat dari hasil tes yang sangat bervariasi.
"Kalau memang ada bocoran, tentu hasilnya sama dan baik semua," sanggahnya.
sumber: link berita


