Pelaksanaan bedah rumah ini, kata Segaf, juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat peduli dan berbagi, serta dapat menjadi jalan untuk membedah berbagai masalah sosial lainnya. Hal ini, menurut dia, disebabkan pengerjaan program tersebut dilakukan secara gotong royong.
Pembangunan rumah layak, menurut dia, sudah bisa menyelesaikan setengah variabel kemiskinan. Warga yang menjadi sasaran program ini mendapatkan uang bantuan sebesar Rp 10 juta serta perbaikan sarana lingkungan.
Uang Rp 10 juta itu, kata Salim, memang tak akan cukup untuk membangun sebuah rumah. Namun tujuan diberikannya bantuan tersebut, menurut dia, lebih sebagai stimulasi warga di sekitar agar mau bergotong royong.
Pengerjaan rumah yang dibedah akan membutuhkan waktu sekitar lima hari dengan 100 pekerja. Adapun dana Rp 10 juta akan digunakan untuk membeli bahan baku. Dalam acara itu, selain meletakkan batu pertama, Menteri Sosial juga mengunjungi lima orang penerima bantuan.
Tak hanya Kementerian Sosial yang berpartisipasi dalam acara itu. Dinas Sosial DKI Jakarta juga memberikan bantuan berupa kursi roda, tongkat, alat bantu dengar, serta tongkat tunanetra. "Kami juga memberikan bantuan asistensi untuk warga lanjut usia telantar sebesar Rp 612.800.000," kata Salim.
sumber:
alhamdulilah ya


