Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Semarang mengecam pelatihan jurnalistik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk sejumlah wartawan. Hal itu dikarenakan pelatihan diadakan di Jerman dan menggunakan dana APBD Jawa Tengah.
Ketua AJI Semarang Rofiudin mengatakan pihaknya sudah mendengar rencana tersebut dan mengecamnya. Selain karena menggunakan dana APBD, Pemerintah Provinsi bukan merupakan pihak yang wajib memberikan pelatihan wartawan.
"Pemprov bukanlah pihak yang wajib memberikan pelatihan wartawan. Apalagi menggunakan dana milik publik (APBD) untuk berangkat ke Jerman," kata Rofiudin lewat siaran persnya.
Ketua AJI Semarang Rofiudin mengatakan pihaknya sudah mendengar rencana tersebut dan mengecamnya. Selain karena menggunakan dana APBD, Pemerintah Provinsi bukan merupakan pihak yang wajib memberikan pelatihan wartawan.
"Pemprov bukanlah pihak yang wajib memberikan pelatihan wartawan. Apalagi menggunakan dana milik publik (APBD) untuk berangkat ke Jerman," kata Rofiudin lewat siaran persnya.
Menurut Rofiudin, Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wakilnya, Heru Sudjatmoko harus lebih pro rakyat dengan menghemat APBD sesuai janji-janji saat masa kampanye dulu. Jika pemerintah ingin mendorong perbaikan dunia pers di Jateng, lanjut Rofiudin, maka ada yang lebih penting dan mendesak untuk dilakukan yaitu terkait dengan kondisi ketenagakerjaan kalangan pers.
"Saat ini, banyak wartawan yang masih menerima upah dibawah upah minimum kabupaten/kota. Masih banyak pekerja media yang belum mendapatkan hak tunjangan, jaminan kesehatan tenaga kerja, THR dan lain-lain," tandasnya.
Meski demikian AJI Semarang tetap mendukung adanya pelatihan jurnalistik sebagai upaya agar wartawan mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan profesionalisme. Namun,pihak yang wajib memberikan pelatihan ke wartawan adalah perusahaan media dan organisasi profesi jurnalis.
"Bolehlah pemprov membantu pendidikan dan pelatihan bagi jurnalis. Tapi, untuk mencegah konflik kepentingan wartawan maka dana tersebut tak dikelola pemprov secara langsung dan organisasi profesi wartawan," tuturnya
sumber: http://news.detik.com/read/2014/10/0...ganjar?9922022
wahhhhhh ganjar nyokok wartawan
Dikutip dari: http://adf.ly/sjV2J


