Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

Nurhayati assegaf Gagal jadi Presiden Intra-Parliamentary Union

Monday, October 20, 2014
Jakarta - Wakil ketua umum Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf diusung oleh DPR RI untuk menjadi presiden Intra-Parliamentary Union (IPU) yang pemilihannya berlangsung di Jenewa, Swiss.Namun mantan ketua fraksi PD itu batal karena kalah suara.
"Memang ada beberapa hal yang kita analisa, dari segi upaya kita maksimal. Kita mendapatkan dukungan penuh dari ASEAN plus 3 yaitu Cina, Jepang dan Korea," kata anggota fraksi PKS yang ikut ke Jenewa, Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Jakarta, Sabtu (18/10/2014).
Menurut Hidayat, Indonesia juga mendapatkan dukungan penuh dari negara-negara yang berbahasa Portugis dan Euro Asia, dari negara-negara yang berbahasa Prancis di Afrika, juga dari beberapa negara Eropa ada Jerman, Belanda, Italia, spanyol. Juga mendapat dukungan dari beberapa negara OKI.
"Jadi hitungan kita pada malam hari Kamis itu bersama dengan dubes kita di Swiss dan perwakilan Indonesia PBB di Swiss, pemilih antara 430 suara, Kita akan mendapatkan sekitar 137 suara, itu artinya terbesar 2, lalu masuk putaran kedua Insya Allah kita akan menang," ujar mantan anggota komisi I itu paparkan strategi pemenangan.
Namun, saat pemilhan fakta bicara lain. Dari 430 suara, ternyata yang hadir hanya 340 suara.

isu yang diutarakan Nurhayati sangat bagus soal kesetaraan gender. Tapi ada dua calon yang perempuan yaitu ketua DPR Australia Bishop, dan Nurhayati Ali Assegaf dari DPR Indonesia. "Jadi suara perempuan pecah. kita berharap akan mendapat dukungan dari negara-negara Arab, karena dari 4 calon itu yang Arab hanya Bu Nur sendiri, kan Assegaf Arab. Tapi justru ternyata ada masalah. Kawan-kawan dari Negara Arab mereka menghormati perempuan, menerima perempuan sebagai wakil tapi untuk menjadi ketua ternyata belum ada tradisi menjadi ketua di negara-negara Arab. Apalagi untuk parlemen dunia," ungkap Hidayat. Alhasil, suara yang diharapkan mendukung Nurhayati beralih ke kandidat asal Bangladesh Saber Chowdhury.
Dari total 340 suara, Nurhayati hanya mendapatkan 79 suara. "Kita ketiga terbesar, yang keempat calon asal Maldives 57 suara. Masuk ke putaran ke suara lebih besar ke Bangladesh," kata Hidayat".
Kalau dari sisi usaha saya yakin kita sudah melakukan maksimal, kita ketemu banyak pihak dan memberikan janji komitmen secara langsung. Tapi itu tadi, kan sidangnya cukup lama sekitar 5 hari, hari ke-4 sudah banyak yang pulang sehingga mereka ketika terjadi pemilihan banyak suara kita dibawa pulang," imbuhnya.

sumber : http://m.detik.com/news/read/2014/10...ion?n991103605

Dikutip dari: http://adf.ly/t1T1F
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive