Rencana pembangunan double track kereta api dari Stasiun Pasar Turi hingga Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang 8 kilometer, bisa terhambat oleh keberadaan bangunan yang ada di sepanjang jalur kereta api tersebut.
Untuk memastikan masalah sosial tersebut, semua pihak terkait, yakni Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Jatim, dan Pemkot Surabaya awal bulan September lalu, telah melakukan survei lapangan. Survei dilakukan dari Stasiun Tandes ke Stasiun Pasar Turi, dan dilanjutkan sampai Stasiun Kalimas.
Dalam survei itu, Kemenhub diwakili Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Pemprov diwakili Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub & LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi, dan Pemkot Surabaya diwakili Wali Kota Tri Rismaharini.
"Tujuan survei, untuk mengetahui titik lokasi dan permasalahan sosial yang akan dihadapi, yakni keberadaan bangunan milik masyarakat yang ada di sekitar rel," jelas Kadishub & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, kepada Surya, Minggu (5/10/2014).
Menurut Wahid, hasil survei lapangan tersebut sangat penting. Karena Pemerintah Pusat sudah menyatakan, bahwa tahun 2015 proyek double track dari Stasiun Pasar Turi – Pelabuhan Tanjung Perak mulai dibangun. Sehingga, ketika di sejumlah titik lahan milik PT Kereta Api yang akan dipakai proyek double track terdapat bangunan milik warga, maka langkah antisipasi dan penyikapannya dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
Untuk memastikan masalah sosial tersebut, semua pihak terkait, yakni Kementrian Perhubungan (Kemenhub), Pemprov Jatim, dan Pemkot Surabaya awal bulan September lalu, telah melakukan survei lapangan. Survei dilakukan dari Stasiun Tandes ke Stasiun Pasar Turi, dan dilanjutkan sampai Stasiun Kalimas.
Dalam survei itu, Kemenhub diwakili Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Pemprov diwakili Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan (Dishub & LLAJ) Jatim Wahid Wahyudi, dan Pemkot Surabaya diwakili Wali Kota Tri Rismaharini.
"Tujuan survei, untuk mengetahui titik lokasi dan permasalahan sosial yang akan dihadapi, yakni keberadaan bangunan milik masyarakat yang ada di sekitar rel," jelas Kadishub & LLAJ Jatim Wahid Wahyudi, kepada Surya, Minggu (5/10/2014).
Menurut Wahid, hasil survei lapangan tersebut sangat penting. Karena Pemerintah Pusat sudah menyatakan, bahwa tahun 2015 proyek double track dari Stasiun Pasar Turi – Pelabuhan Tanjung Perak mulai dibangun. Sehingga, ketika di sejumlah titik lahan milik PT Kereta Api yang akan dipakai proyek double track terdapat bangunan milik warga, maka langkah antisipasi dan penyikapannya dapat dilakukan secara tepat dan cepat.
"Apalagi, Bu Risma juga menyatakan sangat mendukung rencana pembangunan double track yang sudah masuk program Kemenhub tersebut," tegas Wahid.
Dukungan Risma, olehWahid dinilai wajar. Karena keberadaan double track dari Stasiun Pasar Turi hingga Pelabuhan Tanjung Perak sepanjang 8 kilometer ini akan dapat melayani angkutan penumpang maupun barang, khususnya petikemas. Sehingga beban jalan di jalur Pantura Jawa yang merupakan jalur ekonimi terpadat di indonesia dan sudah over capacity dapat dikurangi.
"Satu rangkaian kereta api kan identik dengan 40 truk trailer yang memuat kontainer. Jika dalam sehari ada lima rangkaian kereta, maka ada 200 kontainer yang diangkut. Ini berarti, sebanyak 200 truk trailer tidak akan memadati jalur Pantura," katanya.
Menurut Wahid, proyek melanjutkan double track dari Pasar Turi ke Pelabuhan Tanjung Perak merupakan usulan Gubernur Jatim ke Pemerintah Pusat. Kemenhub memberikan respons positif dan memasukkannya sebagai program yang akan mulai direalisasikan tahun depan.
Selain meneruskan jalur double track dari Stasiun Pasar Turi ke Pelabuhan Tanjung Perak, Pemprov Jatim, jalur kereta api juga diharapkan dapat langsung masuk dan terkoneksi dengan sejumlah dermaga yang ada di pelabuhan tersebut.
Seperti, Pelabuhan Rakyat Kalimas, Dermaga Berlian, Dermaga Mira di Tanjung Perak dan juga terkoneksi dengan Pelabuhan Teluk Lamong.
SUMBER
Bangunan liar kan memang tidak boleh, jadi ya wajar kalau disikat, kalau perlu pake "ijo-ijo" buat menghadapi orang-orang katro yang ngeyel
Dikutip dari: http://adf.ly/sePnu


