Please disable ad-blocker to view this page



SITUS BERITA TERBARU

"Aduh Parah ! Calon Menteri Jokowi-JK Pelaku Plagiat"

Thursday, October 23, 2014
Jokowi tidak akan memilih plagiat
Jakarta (ANTARA News) - Anggota DPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hendrawan Supratikno, memastikan Presiden Joko Widodo tidak akan memilih calon menteri yang melakukan pelanggaran akademik, seperti menerima suap saat membimbing mahasiswa atau menjiplak karya ilmiah (plagiasi).

"Ya ini masukan yang bagus. Tentunya Pak Jokowi tidak akan memilih orang yang melakukan pelanggaran seperti menerima suap saat disertasi atau plagiasi. Itu sudah melanggar etika, profesi ," kata Hendrawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis.

Mantan anggota Komisi VI DPR RI itu menegaskan bahwa menerima suap saat membimbing mahasiswa dan melakukan plagiasi adalah cacat integritas.

"Kami sudah sampaikan kepada Pak Jokowi soal tersebut. Karena salah satu syarat menjadi menteri adalah memiliki integritas, profesional dalam bidangnya," kata Hendrawan.

Ia menyambung, "Saya rasa tidak pantas bila ada calon menteri melakukan pelanggaran akademik, terutama melakukan plagiasi."

Sumber:http://www.antaranews.com/berita/460294/jokowi-tidak-akan-memilih-plagiat

Pernah Plagiat, Marwan Jafar Tak Layak Jadi Menteri

Sumber:Jakarta, BeresNews.com - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, digadang-gadang masuk dalam daftar nama-nama menteri kabinet Jokowi-JK. Ia diperkirakan akan menduduki kursi menteri Pekerjaan Umum sebagai salah satu kursi yang diincar partai besutan Gus Dur itu.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Makna Institute, Ahmad Mahali mengatakan, sejatinya formasi kementerian Jokowi-JK diisi oleh kalangan profesional dan berintegritas. Orang-orang yang cacat secara moral, lanjut Mahalli, sebaiknya tidak dimasukan dalam kabinet pemenang Pilpres 2014 ini.

"Tak hanya anti korupsi. Menteri Jokowi juga harus punya intergitas moral dan intelektual," kata Mahalli dalam acara diskusi di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (23/9).

Menurutnya, integritas moral dan intelektual sangat penting bagi menteri selaku pejabat negara. Hal itu menjadi ukuran tersendiri bagaimana kualitas personal seseorang yang sesungguhnya. "Tentu plagiat gak masuk dalam kategori ini, tak punya kelayakan," ujarnya.

Ia menyatakan, meski dalam karirnya seseorang punya latar belakang yang panjang dan teruji, tetapi melakukan plagiasi adalah satu hal yang memalukan. Apalagi jika itu dilakukan oleh figur atau pejabat publik sekelas Marwan Jafar.

"Hampir tak ada budaya yang memaklumi plagiasi" tegasnya.

Karena itu, ia berharap Jokowi lebih hati-hati memilih orang untuk dimasukkan dalam kabinetnya. Langkah itu, katanya, akan jadi cerminan sikap Jokowi terhadap para pelaku penjiblak dan pembajak karya di negeri ini. "Kita lihat nanti saat (nama kabinet) diumumkan," tandasnya.

Seperti diketahui, Marwan Jafar pernah melakukan plagiarisme opini yang ditulis di Koran Tempo pada 13 Januari 2012. Opini berjudul Pengelolaan Energi Libya Pasca-Qadhafi ternyata menjiplak tulisan Jusman Dalle yang diterbitkan media online Okezone.com (25/10/2011) dengan judul "Quo Vadis Libya dan Perang Ideotik Libya" di Detik.com (28/03/2011).

Sumber:http://beresnews.com/mobile/menu-detail-artikel.php?idart=5634&diel=39f5153e9ba7abf7c704a88e1023714b


Dikutip dari: http://adf.ly/tB83x
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive