SITUS BERITA TERBARU

Wuakakk ... Prof.Rudi yg Digaruk KPK, Disumpahin Machfud MD sbg Musang Berbulu Ayam

Wednesday, August 14, 2013
Mahfud MD:
Rubiandini Musang Berbulu Ayam, Harus Dihukum Berat
8 jam yang lalu

[imagetag]
Machmud MD, yang juga Professor.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD meminta agar Kepala SKK Migas Rubi Rubiandini dihukum berat. Sebab, Rubi kata Mahfud adalah orang yang dianalogikan seperti 'musang berbulu ayam'. "Orang seperti ini harus dihukum berat. Penangkapan ini harus dijadikan contoh bahwa orang-orang seperti itu harus dihukum berat. Dia musang berbulu ayam," kata Mahfud saat berbincang dengan Tribunnews, Rabu(14/8/2013).

Mahfud mengatakan orang seperti Rubi Rubiandini dianggapnya sangat merugikan. Sosoknya bisa menggerogoti dari dalam sebuah lembaga yang dipimpinnya. "Orang seperti ini menggerogoti dari dalam," ujarnya. Lebih jauh Mahfud menceritakan bahwa Rubi adalah orang yang paling menentang keras vonis Mahkamah Konstitusi (MK) soal Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas.

Perubahan BP Migas menjadi SKK Migas atas keputusan MK tersebut membuat Rubi Rubiandini kebakaran jenggot dan menentang ketok palu MK. Mahfud MD yang saat uji materi Undang-undang tersebut masih menjadi orang nomor satu di Mahkamah Konstitusi mengaku MK memang sudah mengendus adanya indikasi penyalahgunaan kekuasaan dan praktek-praktek mafia hukum di tubuh BP Migas. "Dan sekarang terbukti dengan adanya penanangkapan ini. Rudi ini adalah salah seorang dari BP Migas yang sangat kebakaran jenggot. Dia tidak terima sama sekali vonis MK, dia menyerang vonis MK hanya karena baca di media, belum melihat putusannya," ujar Mahfud.

Sebelumnya, KPK menangkap Kepala SKK Migas Rubi Rubiandini di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan pada Selasa(13/8/2013) malam. Rubi ditangkap karena diduga menerima suap sebesar 700.000 US Dollar dari sebuah perusahaan migas asing. Rubi dipilih menjadi orang nomor satu di SKK Migas usai Mahkamah Konstitusi memutuskan perubahan BP Migas menjadi SKK Migas. Hal tersebut diputuskan sebagai bagian dari uji materi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas. "Keberadaan BP Migas sangat berpotensi untuk terjadinya inefisiensi dan diduga, dalam praktiknya, telah membuka peluang bagi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan maka menurut MK keberadaan BP Migas tidak konstitusional, bertentangan dengan tujuan negara tentang pengelolaan sumber daya alam dalam pengorganisasaian pemerintah," kata Ketua MK, Mahfud MD dalam sidang terbuka untuk umum di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (13/11/2012) lalu.
http://id.berita.yahoo.com/mahfud-md...021928948.html

Rudi Rubiandini, dari Kampus, Golf, ke Tahanan KPK
RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 08:32 WIB

[imagetag]
Mantan Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini. ANTARA/Andika Wahyu

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa mengira tokoh secemerlang Rudi Rubiandini, Kepala Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), berakhir di ruang tahanan KPK. Dia dikenal cerdas dan lugas. Nama Rudi Rubiandini menjadi sorotan nasional saat menyoroti kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur. Rudi adalah pakar pertambangan yang menentang teori bahwa bencana lumpur Lapindo terjadi lantaran buntut gempa di Yogyakarta. Dia yakin petaka itu terjadi karena kesalahan pengeboran.

Nama Rudi pun moncer di berbagai media. Sarjana Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung 1985 itu sering menjadi narasumber media. Setelah itu, nama Rudi Rubiandini tidak cuma dikenal di kalangan akademisi. Doktor lulusan Technische Universitaet, Clausthal, Jerman, itu kemudian menjadi birokrat. Karena pengetahuannya yang luas, dia diangkat menjadi Penasihat Ahli Kepala BP Migas Badan Pelaksana Hulu Kegiatan Minyak dan Gas (BP Migas) pada 2009-2010.

Di BP Migas, kariernya melesat. Dia akhirnya menjadi Deputi Pengendalian Operasi BP Migas pada periode 2011-2012. Bahkan, kemudian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengangkatnya sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral pada 2012. Kawan-kawan sekerja Rudi Rubiandini di Badan Pelaksana Hulu Kegiatan Minyak dan Gas (BP Migas) menilai Rudi sebagai the rising star yang bisa menggenjot produksi minyak nasional.

Saat BP Migas dibubarkan oleh Mahkamah Konstitusi dan diganti dengan SKK Migas, Rudi diangkat menjadi kepala. Rudi pernah dua tahun bekerja di bidang ini. BP Migas dibubarkan November lalu dengan alasan inkonstitusional. Badan yang sudah tutup buku itu kerap dituding sebagai sarang korupsi, boros, pro-asing, dan gagal mencari sumber cadangan minyak baru. Rudi tak menampik tudingan-tudingan itu. "Korupsi ada di mana saja, bahkan di kelurahan, tak hanya di BP Migas. Yang jadi pertanyaan, mengapa tak pernah ditindak atau ditangkap," ujarnya kepada Tempo.

Alhasil, Rudi duduk di kursi panas yang lebih sulit daripada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Rudi Rubiandini sejatinya seorang akademikus. Namun, bandul kariernya bergerak ke arah birokrasi tinggi yang membawanya, antara lain, ke dunia baru yang tak dikenalnya: pergaulan lapangan golf. Olahraga yang digemari Rudi memang cuma badminton. Toh, dia membeli stik golf serta belajar memukul bola karena harus menghadiri acara-acara di lingkungan energi dan mineral yang acap dibuka dengan teeing shot­ pukulan pertama dalam golf oleh pejabat kementerian.

Saat ditemui Januari lalu, Rudi baru saja bermain golf dalam ajang ESDM Cup di Lapangan Golf Bogor. Di halaman belakang rumah itu, Rudi memberikan wawancara ini kepada wartawan Tempo. Rudi sadar di tempat barunya banyak korupsi terjadi. Saat ditanya tentang banyak bawahan Rudi adalah bekas orang BP Migas, lembaga yang sering dituding korup, dia menjawab enteng. "Betul, saya tahu ini berat. Makanya saya mau ketika negara meminta saya menduduki tempat itu dengan segala kesulitannya." Rupanya ucapan itu "menusuk" kepada dirinya sendiri. Dia ditangkap tangan oleh KPK pada Selasa, 13 Agusuts 2013, pukul 22.30. Bahkan, suap Rudi Rubiandi pecahkan rekor tangkap tangan KPK.

Biografi Rudi Rubiandini
Pendidikan
  • Sarjana Teknik Perminyakan, ITB, 1985
  • Dr Ing, TU Clausthal, 1991

Pengalaman Kerja
  • 2012-2013: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
  • 2011-2012: Deputi Pengendalian Operasi BP Migas
  • 2010-2011: Corporate Secretary BP Migas
  • 2010-2010: Wakil Ketua TP3M, Kementerian ESDM
  • 2009-2010: Penasihat Ahli Kepala BP Migas
  • 2007-2010: Direktur Operasi & Keuangan PT LAPI ITB
  • 2006-2007: Direktur Utama PT LAPI-ITB
  • 2005-2006: Direktur Penerbit ITB
  • 2001-2005: General Manager Sasana Olahraga Ganesha ITB
  • 1995-1998: Sekretaris Jurusan Teknik Perminyakan ITB

http://www.tempo.co/read/news/2013/0...ke-Tahanan-KPK

Suap Rudi Rubiandini Pecahkan Rekor Tangkap Tangan
RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 07:36 WIB

[imagetag]
Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Operasi tangkap tangan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini, ternyata memecahkan rekor. Rudi Rubiandini disangka menerima uang suap senilai US$ 700 ribu (sekitar Rp 7,2 miliar).

Rekor operasi tangkap tangan ini mengalahkan rekor yang sebelumnya dipegang Artalyta Suryani. Dalam operasi tangkap tangan itu, KPK menyita uang US$ 660 ribu (Rp 6,8 miliar). Artalyta atau Ayin adalah seorang pengusaha Indonesia yang dikenal karena keterlibatannya dalam kasus penyuapan jaksa kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Artalyta dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan dijatuhi vonis 5 tahun penjara pada tanggal 29 Juli 2008 atas penyuapan terhadap Ketua Tim Jaksa Penyelidik Kasus BLBI Urip Tri Gunawan.

Penangkapan Rudi Rubiandini itu juga mengalahkan operasi tangkap tangan lainnya, seperti penangkapan Ahmad Fathanah. Fathanah ditangkap di Hotel Le Meridien seusai menerima uang Rp 1 miliar dari importir daging, PT Indoguna Utama. Penangkapan Rudi itu mengejutkan banyak kalangan, dari mulai pejabat hingga DPR. Saat dilantik, Rudi Rubiandini menjadi tumpuan banyak orang untuk membenahi SKK Migas. Namun, Selasa, 13 Agustus, pukul 22.30, mantan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini ditangkap di rumahnya, Jalan Brawijaya Nomor 8, Jakarta, tanpa perlawanan. Rudi ditangkap bersama dua koleganya dari sebuah perusahaan swasta. "Ada tiga orang yang ditangkap. Yakni R dan S serta E. Kedua orang itu dari swasta," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P. Johan menjelaskan, status ketiga orang itu masih terperiksa, belum tersangka.

Saat ditangkap, tak ada perlawanan sedikit pun. Rudi yang mengenakan baju lengan pendek warna putih tampak tersenyum kepada para penangkapnya. Rudi disangka menerima suap sebanyak dua kali, yakni US$ 300 ribu pada bulan Ramadan dan US$ 400 ribu setelah Lebaran. Totalnya US$ 700 ribu. Uang ini dari sebuah perusahaan asing. Penyidik KPK juga menahan beberapa orang lainnya. Di antaranya sopir Rudi Rubiandini. Dalam penangkapan itu, KPK juga memboyong tas hitam, sejumlah kardus, dan sepeda motor gede BMW.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...Tangkap-Tangan

Di Lingkungannya, Prof. Rudi Dikenal Baik, Bersahaja, Loman dan "Zuhud"
Quote:
Tetangga Menilai Rudi Rubiandini Warga yang Baik
RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 14:32 WIB

TEMPO.CO, Jakarta - Tidak ada yang menyangka Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), Rudi Rubiandini, harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Mantan Wakil Menteri ESDM itu ditangkap KPK di rumahnya, Selasa malam, 13 Agustus 2013. Ibu Ketua RT 02/03, Mely, 69 tahun, mengatakan Rudi Rubiandini dikenal sebagai pribadi yang baik. "Meski jarang bergaul, Pak Rudi orangnya baik," kata Mely kepada wartawan di rumahnya, yang tak jauh dari rumah Rudi Rubiandini, Rabu, 14 Agustus.

Ia mengetahuinya ketika Rudi mengizinkan sebuah taman kanak-kanak beraktivitas di depan rumahnya. Bambino International Preschool, TK di depan rumah Rudi, semula beralamat di Jalan Brawijaya X. Untuk pindah ke alamat yang baru di Jalan Brawijaya VIII Nomor 11, Bambino harus meminta izin ke rumah di sekitarnya, termasuk rumah Rudi yang sudah dihuni sejak enam bulan lalu. "Boleh saja kalau mau bikin TK," kata Mely, menirukan perkataan Rudi. Malah, warga yang jauh dari lokasi TK itu yang mengajukan protes. Menurut Mely, warga tidak ingin banyak mobil berlalu-lalang di sekitar taman kawasan tersebut.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...arga-yang-Baik

Rudi Rubiandini Punya Rp 8 M, Mudik Naik Kereta
RABU, 14 AGUSTUS 2013 | 09:45 WIB

[imagetag]
Rudi Rubiandini naik kereta kelas ekonomi, kereta Pasundan, dari Stasiun Senen, Jakarta, 3 Agustus 2013.

TEMPO.CO, Jakarta - Rudi Rubiandini, Kepala SKK Migas (Satuan Kerja Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi), terbilang orang yang tampil sederhana untuk ukuran pejabat yang berkecimpung di dunia minyak dan gas. Pria kelahiran Tasikmalaya itu dilaporkan mempunyai harta kekayaan "cuma" Rp 8 miliar. Itu adalah harta yang dilaporkan ke negara saat dia diangkat menjabat Kepala SKK Migas. Harta itu termasuk sepeda motor BMW hitam yang disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi saat penangkapan Selasa, 13 Agustus 2013. Dia tinggal di Jalan Brawijaya Nomor 8, Jakarta. Meski ada di kawasan elite, rumahnya tampak biasa. Anaknya yang sulung kuliah di Jerman setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung.

Meski punya harta miliaran, saat mudik 3 Agustus 2013 lalu, Rudi Rubiandini memilih memakai kereta ekonomi. Dia pulang ke kampung halamannya di Cieunteung, Tasikmalaya. Menurut Rudi Rubiandini saat itu kepada wartawan, "Yang penting bisa sampai tujuan." Rudi yang duduk di kursi tertinggi pengelola industri migas dan menyetor Rp 300 triliun untuk APBN ini mudik dengan kereta Pasundan dari Stasiun Pasar Senen. Dia memilih kereta karena perjalanan lebih nyaman dan tak terkena macet.

Menurut Rudi Rubiandini, saat ini perjalanan dengan kereta sudah sangat nyaman walaupun kelas ekonomi. Ini karena keretanya sudah dilengkapi AC, dan setiap penumpang menduduki kursi sesuai dengan tiketnya sehingga tidak ada rebutan kursi lagi. Namun banyak orang melihat langkah Rudi itu cuma pencitraan. Terbukti, belakangan dia ditangkap KPK.
http://www.tempo.co/read/news/2013/0...ik-Naik-Kereta

Ketua RT: Rudi Orang Baik dan Tidak Pelit
Di rumah dinas milik Pertamina itu, Rudi tinggal sendirian.
Rabu, 14 Agustus 2013, 13:00

VIVAnews - Kepala Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini dikenal sebagai orang baik di lingkungan tempat tinggalnya. Meskipun, sejak awal kepindahannya ke rumah dinas ia tak pernah bersosialisasi. Ketua RT 02 setempat, Mely, mengungkapkan, kebaikan Rudi terlihat saat TK Bambino dipindahkan dari Jalan Brawijaya X ke depan rumah Rudi. Rudi tak keberatan. "Justru orang yang jauh dari lokasi TK itu yang protes. Makanya orang-orang bilang, dia baik amat. Dia pribadi yang baik," kata Mely.

Selain itu, kata Mely, sebagian besar tetangga Rudi yang kebanyakan istri jenderal dan pejabat kerap tak mau membayar iuran RT. Padahal, iuran itu hanya Rp30.000 per bulan. Tapi, Rudi justru langsung membayar satu tahun sebesar Rp 420.000. "Rudi nggak pelit." Mely berharap, Rudi tak bersalah dalam kasus ini. Mely juga mengaku tak percaya jika Rudi ditangkap KPK. "Harapannya supaya dia nggak ditahan, dia hanya lagi sial," ujar dia. Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini di kediamannya di Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu dini hari 14 Agustus 2013. Ia diduga ditangkap terkait kasus suap sebesar US$700 ribu.

Jarang Ditempati
Seorang pedagang warung rokok di depan rumah dinas Rudi, Mursidah membenarkan bahwa rumah dari mantan Wakil Menteri ESDM itu digeledah KPK sekitar pukul 22.30 WIB. Mursidah mengatakan, rumah itu jarang ditempati oleh Rudi. "Sudah jarang (pulang ke rumahnya) kayaknya, cuma mampir-mampir aja ke rumah itu," kata Mursidah.

Mursidah menjelaskan rumah Kepala SKK Migas tersebut, hanya ditempati oleh enam orang satpam dan tidak ada satu pun pembantu rumah tangga yang berada di sana. "Satpamnya banyak, sampai ada enam orang. Biasanya kan kalau rumah-rumah gede gitu, satpamnya dua orang. Ini sampai enam orang," kata dia. Mursidah juga mengatakan, anak dan istrinya tak pernah datang ke rumah dinas Rudi itu.
http://nasional.news.viva.co.id/news...an-tidak-pelit

[imagetag]
Labtek itb

Penangkapan Rudi Rubiandini gemparkan ITB
Rabu, 14 Agustus 2013 � 14:56 WIB

Sindonews.com - Penangkapan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) Rudi Rubiandini, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat pihak Institut Teknologi Bandung (ITB) kaget. Pasalnya, di lingkungan ITB dan kalangan kampus, selama ini Rudi dikenal sebagai orang baik di lingkungan ITB. "Semua kagetlah. Di kalangan alumni kaget, di kalangan dosen juga kaget. Enggak menyangka karena beliau orangnya baik," ujar Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi Kemitraan dan Alumni, Hasanuddin Z Abidin, saat dihubungi wartawan, Rabu (14/8/2013).

Menurutnya, keluarga besar ITB prihatin dan sedih dengan informasi penangkapan Rudi. Sebagai institusi, ITB menyerahkan penanganan kasus itu pada pihak yang berwenang. "Kita taat hukun saja," ungkapnya. Hasanuddin mengatakan, Rudi sudah dibebastugaskan sebagai guru besar ITB setelah ia bertugas di BP Migas. "Di ITB itu biasa, kalau dosen diminta negara untuk bertugas di tempat lain, yang bersangkutan bebas tugas dari mengajar," jelasnya.

Di ITB, Hasanuddin pernah aktif di UPT Penerbit ITB, Sarana Olahraga, PT LAPI ITB, serta jadi dosen dan guru besar. Meski tak lagi aktif sebagai pengajar, Rudi pernah beberapa kali datang ke ITB mengisi materi tentang perminyakan. "Terakhir beliau ke ITB itu saat Ramadan. Beliau diminta jadi penceramah untuk mahasiswa baru ITB," tutur Hasanuddin. Selama bertugas di ITB, Rudi selalu menjalankan tugas dengan baik. "Beliau kinerjanya baik, enggak pernah ada masalah," pungkas Hasanuddin.
http://nasional.sindonews.com/read/2...-gemparkan-itb


----------------------------------

Jangan pernah menilai isi sebuah buku hanya dari melihat covernya doank!
Jangan menilai kecanggihan sebuah HP hanya dari casing-nya doank!



[imagetag]
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

0 comments:

Post a Comment

Blog Archive