SITUS BERITA TERBARU

Jelang Puasa, Harga Kebutuhan Pokok Terus Meroket

Monday, July 8, 2013
Harga kebutuhan pokok terus melambung. Setelah beberapa waktu lalu naik karena imbas kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, kini giliran masuknya bulan Puasa. Harga pangan kembali tertekan.

Pantauan VIVAnews di pasar tradisional Gedong Tatatan, Lampung, Senin 8 Juli 2013, kenaikan harga kebutuhan pokok berkisar antara 30-40 persen. Kenaikan harga dipicu mahalnya harga beli pedagang dari distributor, sehingga pedagang terpaksa menaikkan harga jual.

Harga cabai merah yang sebelumnya Rp30 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 45 ribu. Cabai rawit naik dari Rp28 ribu menjadi Rp40 ribu.

Kemudian harga bawang merah naik menjadi Rp38 ribu dari harga sebelumnya Rp25 ribu. Namun harga bawang putih tidak mengalami kenaikan, masih berkisar antara Rp8-10 ribu per kilogram.

Harga telur juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp15 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram. Minyak goreng juga naik cukup signifikan dari Rp10 ribu per kg menjadi Rp12 ribu.

Kenaikan harga pangan juga sangat signifikan di pasar Smep, Bandar Lampung. Harga ayam yang biasanya Rp25 ribu per kg melonjak menjadi Rp29 ribu. �Harga ayam potong sudah naik empat kali setelah kenaikan harga BBM,� kata pedagang ayam potong.

Harga daging sapi juga naik dari Rp90 ribu Rp100 ribu per kilogram. �Harga barang naik semua. Saya bingung,� kata Aini, ibu rumah tangga yang berdomisili di Bandar Lampung.

Pantauan VIVAnews di beberapa kios penjual beras, harga beras asalan hingga jenis beras kelas satu mengalami kenaikan Rp1.000-2.000. Beras asalan yang sebelumnya Rp7 ribu naik seribu rupiah. Sedangkan beras super yang sebelumnya Rp9 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram. �Bagaimana harga beras tak naik, ongkos transpotasinya saja naik 30 persen,� kata Saryani, pedagang beras di Pasar Tugu Bandar Lampung.

Para pedagang tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa menaikkan harga. Harga beli dari para distributor yang melambung tinggilah yang jadi alasan para pedagang menaikkan harga. Sementara distributor mengaku pasokan dan dan permintaan tak seimbang. "Permintaannya sangat tinggi," katanya. (eh)

sumber
SHARE THIS POST:
FB Share Twitter Share

Blog Archive